Chordyes

Iwan Fals

Guitar Chords & Lyrics by Iwan Fals — Browse the Complete Collection

154 chords available

All Chords (154)

Perahu Retak
Perahu Negeriku. Perahu Bangsaku. Menyusuri Gelombang. Semangat Rakyatku. Kibar Benderaku. Menyeruak Lautan. Langit Membentang. Cakrawala Di Depan. Melambaikan Tantangan. Di Atas Tanahku. Dari Dalam A
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
Para Penerka
.Bicarakan Kehidupan. Tentang Manusia.dengar Para Penerka. Saling Menerka.perhatikan Keributan. Pada Sesama.semua Saling Mencerca. Saling Mencela.menghitam Hati Penuh Kebencian. Bersahutsahutan.meneba
Sesuatu Yang Tertunda
Disini Aku Sendiri. Menatap Relungrelung Hidup. Aku Merasa Hidupku. Tak Seperti Yang Ku Inginkan. Terhampar Begitu Banyak. Warna Kelam Sisi Hidupku. Seperti Yang Mereka Tau. Seperti Yang Mereka Tau. A
Lonteku
.2X. Hembusan Angin Malam Waktu Itu. Bawa Lariku Dalam Dekapanmu. Kau Usap Luka Di Sekujur Tubuh Ini. Sembunyilah Sembunyi. Ucapmu. Nampak Jelas Rasa Takut Diwajahmu. Saat Petugas Datang Mencariku. Lo
Yakinlah
Nyanyikanlah Lagu Indah. Hanyalah Untukku. Waktu Temaram Datang. Ketuk Hati. Tolong Kau Dendangkan. Usaplah Nurani. Agar Tak Kelam. Sekali Lagi Kuminta. Coba Kau Nyanyikan. Semoga Dapat Kurasa. Ikhlas
Sugali
Sua Sua Sua Suara Berita. Tertulis Dalam Koran. Tentang Seorang Lelaki. Yang Sering Keluar Masuk Bui. Jadi Buronan Polisi. Dar Der Dor.suara Senapan. Sugali Anggap Petasan. Tiada Rasa Ketakutan. Punya
Senandung Lirih
Kau Wanita Terindah. Yang Pernah Kutaklukkan. Kau Kenapa Kau Pergi. Kenapa Kau Pergi. Kau Wanita Terhebat. Yang Pernah Memelukku. Kau Kenapa Kau Pergi. Kenapa Kau Pergi. Helai Udara Di Sekitarku. Sena
Puing Ii
Perang Perang Lagi. Semakin Menjadi. Berita Ini Hari. Berita Jerit Pengungsi. Lidah Anjing Krempeng. Berdecak Keras Beringas. Melihat Tulang Belulang. Serdadu Boneka Yamg Malang. Tuhan Tolong Lah Tuha
Pesawat Tempurku
Waktu Kau Lewat. Aku Sedang Mainkan Gitar. Sebuah Lagu Yang Kunyanyikan. Tentang Dirimu. Seperti Kemarin. Kamu Hanya Lemparkan Senyum. Lalu Pergi Begitu Saja. Bagai Pesawat Tempur. Hei.kau Yang Manis.
Negeriku (Ngeriku)
Bersih Bersih Bersih. Bersihlah Negeriku. Malu Malu Malu. Malulah Hati. Kotornya Teramat Gawat. Ya Kotornya Sangat. Inilah Amanah. Yang Menjadi Keramat. Bersih Bersih Bersih. Bersihlah Diri. Sebelum M
Songsonglah
Lepaslah.lepaslah Belenggu Ragu. Yang Membelit Hati. Langkahlah.melangkah Dengan Pasti. Menuju Gerbang Baru. Songsonglah.songsonglah Gelombang Waktu. Berenang Dengan Tenang. Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho
Nak
. Jauh Jalan Yang. Harus Kau Tempuh. Mungkin Samar. Bahkan Mungkin Gelap. Tajam Kerikil. Setiap Saat Menunggu. Engkau Lewat. Dengan Kaki.tak Bersepatu. Duduk Sini Nak Dekat Pada Bapak. Jangan Kau Gang
Sarjana Muda
Berjalan Seorang Pria Muda. Dengan Jaket Lusuh Dipundaknya. Di Sela Bibir Tampak Mengering. Terselip Sebatang Rumput Liar. Jelas Menatap Awan Berarak. Wajah Murung Semakin Terlihat. Dengan Langkah Gon
Rinduku
Tolong Rasakan Ungkapan Hati. Rasa Saling Memberi. Agar Semakin Erat Hati Kita. Jalani Kisah Yang Ada. Ku Tak Pernah Merasa Jemu. Jika Kau Selalu Disampingku. Begitu Nyanyian Rinduku. Terserah Apa Kat
Ku Menanti Seorang Kekasih
Bila Mentari Bersinar Lagi. Hatiku Pun Ceria Kembali. Ku Tatap Mega Tiada Yang Hitam. Betapa Indah Hari Ini. Ku Menanti Seorang Kekasih. Yang Tercantik Yang Datang Di Hari Ini. Adakah Dia Kan Selalu S
Potret Panen Mimpi Wereng
. Panen Tiba Petani Desa. Memetik Harapan. Bocah Bocah Berlari Lincah. Dipematang Sawah. Padi Menguning Lambai Menjuntai Ramai Dituai. Riuh Berlagu Lesung Bertalu Irama Merdu. Senja Datang Mereka Pula
Yang Terlupakan
Denting Piano. Kala Jemari Menari. Nada Merambat Pelan. Dikesunyian Malam. Saat Datang Rintik Hujan. Bersama Sebuah Bayang. Yang Pernah Terlupakan. Hati Kecil Berbisik. Untuk Kembali Padanya. Seribu K
Siang Seberang Istana
Seorang Anak Kecil Bertubuh Dekil. Tertidur Berbantal Sebelah Lengan. Berselimut Debu Jalanan. Rindang Pohon Jala Menunggu Lelah. Kawan Setia Sehabis Bekerja. Siang Di Seberang Sebuah Istana. Siang Di
Semoga Kau Tak Tuli Tuhan
Begitu Halus Tutur Katamu. Seolah Lagu Termerdu. Begitu Indah Bungabungamu. Diatas Karya Sulam Itu. Tampilkan Kebajikan Seorang Ibu. Dengarlah Detak Jantung Benihku. Yang Ku Tanam Di Rahim Mu. Seakan