#
Chord Title
61
Kata Siapa Cinta Itu Menyakitkan?
Kata Siapa Cinta. Itu Menyakitkan. Kata Siapa Rindu. Itu Menyedihkan. Jika Terasa Sakit. Mungkin Bukan Cinta. Jika Terasa Pedih. Mungkin Bukan Rindu. Cinta Sejati Takkan. Membuatmu Terluka. Rindu Alam
62
Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
Raung Buldozer Gemuruh Pohon Tumbang. Berpadu Dengan Jerit Isi Rimba Raya. Tawa Kelakar Badutbadut Serakah. Tanpa Hph Berbuat Semaunya. Lestarikan Alam Hanya Celoteh Belaka. Lestarikan Alam Mengapa Ti
63
Galang Rambu Anarki
Galang Rambu Anarki Anakku. Lahir Awal Januari Menjelang Pemilu. Galang Rambu Anarki Dengarlah. Terompet Tahun Baru Menyambutmu. Galang Rambu Anarki Ingatlah. Tangisan Pertamamu Ditandai Bbm. Membumbu
64
Dendam Damai
Tak Habis Pikir Aku Tak Mengerti. Mengapa Ada Orang Yang Senang Membunuh. Hanya Karena Uang Semata. Atau Demi Kuasa Dan Nama. Bagi Kita Rakyat Biasa. Tak Berdaya Ditodong Senjata. Mencuri Hidup Yang H
65
Cinta Itu
Cinta Itu Mulia. Kasih Sayang Ada Di Dalamnya. Saling Memberi Saling Melayani. Saling Menyayangi Tidak Menyakiti. Lalu Lahirlah Kehidupan. Cinta Itu Sederhana. Nggak Nekoneko Ya Apa Adanya. Menerima S
66
Cikal
Kerbau Di Kepalaku Ada Yang Suci. Kerbau Di Kepalamu Senang Bekerja. Kerbau Di Sini. Teman Petani. Ular Di Negara Maju Menjadi Sampah Nuklir. Ular Di Dalam Buku Menjadi Hiasan. Tatto. Ular Di Sini. Me
67
Cemburu
Setiap Orang Berharap Hidupnya Lebih Baik. Dari Hari Ke Hari Dari Waktu Ke Waktu. Setiap Orang Tak Ingin Hidupnya Menderita. Tentu Saja Ingin Bahagia Tak Ingin Terhina. Tapi Mengapa. Begitu Banyak Yan
68
Berkacalah Jakarta
Langkahmu Cepat Seperti Terburu. Berlomba Dengan Waktu. Apa Yang Kau Cari Belumkah Kau Dapati. Di Angkuh Gedunggedung Tinggi. Riuh Pesta Pora Sahabat Sejati. Yang Hampir Selalu Saja Ada. Isyaratkan. E
69
Berapa
Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seorang Lelaki. Tanpa Keluh Sigap Dia Berlari. Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seora
70
Barang Antik
Chord Iwan Fals Barang Antik. Berjalan Tersendat Diantara. Sedansedan Licin Mengkilat. Dengan Warna Pucat Dan Badan. Penuh Cacat Sedikit Berkarat. Hai Oplet Tua Dengan Bapak Supir Tua. Cari Penumpang
71
Bangsat
Sudahkah Kita Terbebas Dari Korupsi. Merdeka Tapi Koruptor Berkeliaran. Harihari Gelap Dimana Cahaya Itu. Harihari Gelap. Orang Miskin Tersenyum Padamu. Teganya Kau Beri Makan Keluargamu. Dengan Rejek
72
Awang Awang
Jika Kata Tak Lagi Bermakna. Lebih Baik Diam Saja. Jika Langkah Tak Lagi Bermata. Langkah Buta Terjang Saja. Jika Kata Tak Lagi Bermakna. Lebih Baik Diam Saja. Jika Langkah Tak Lagi Bermata. Langkah B
73
Angan Dan Ingin
Nanana Nanana Na. Nanana Nanana Na. Nanana Nanana Na. Nanana Nanana. Sambil Tersenyum Dan Tanpa Beban. Ooho Ho. Sepanjang Jalan Menarik Perhatian. Ooho Ho. Rambutnya Panjang. Rampingnya Pinggang. Cela
74
Alasan
Satu Pengumuman. Buat Pemuda Dan Pemudi. Yang Tercinta Dan Tersayang. Bila Bapak Ibu Pergi. Ibu Pamit Arisan. Dan Bapak Pamit Rapat Kerja. Itu Tandanya Engkau Harus Waspada. Lebih Baik Kau Tegur Saja.
75
Aku Antarkan
Aku Antar Kau Sore Pukul Lima. Laju Roda Dua Seperti Malas Tak Beringas. Langit Mulai Gelap Sebentar Lagi Malam. Namun Kau Harus Kembali. Tinggalkan Kota Ini. Saat Lampulampu Mulai Dinyalakan. Semakin
76
17 Juli 1996
Gonjangganjing Gonggongan Anjing. Anjing Herder Sampai Anjing Peking. Darderdor Otak Digedor. Dengan Pelor Hati Diteror. Oh Ooh. Ooh. Oh Oh.ooh. Ngeles. Sassissus Dengar Desasdesus. Banyak Kasus Bikin
77
Tikus Kantor
Kisah Usang Tikustikus. Kantor. Yang Suka Berenang. Disungai Yang Kotor. Kisah Usang Tikustikus. Berdasi. Yang Suka Ingkar. Janji Lalu Sembunyi. Dibalik Meja Teman Sekerja. Didalam Lemari Dari Baja. K
78
Wakil Rakyat
Untukmu Yang Duduk Sambil Diskusi. Untukmu Yang Biasa Bersafari. Di Sana Di Gedung Dpr. Wakil Rakyat Kumpulan. Orang Hebat. Bukan Kumpulan. Temanteman Dekat. Apalagi Sanak Famili. Di Hati Dan Lidahmu.
79
Rindu Tebal
Sewindu Sudah Lamanya Waktu. Tinggalkan Tanah Kelahiranku. Rinduku Tebal Kasih Yang Kekal. Detik Ke Detik Bertambah Tebal. Pagi Yang Ku Telusuri. Riuh Tak Bernyanyi. Malam Yang Aku Jalani. Sepi Tak Be
80
Kemesraan
Suatu Hari. Dikala Kita Duduk Ditepi Pantai. Dan Memandang. Ombak Dilautan Yang. Kian Menepi. Burung Camar. Terbang Bermain. Diderunya Air. Suara Alam Ini. Hangatkan Jiwa Kita. Sementara. Sinar Surya