#
Chord Title
81
Desa
Desa Harus Jadi Kekuatan Ekonomi. Agar Warganya Tak Hijrah Kekota. Sepinya Desa Adalah Modal Utama. Untuk Bekerja Dan Mengembangkan Diri. Walau Lahan Sudah Menjadi Milik Kota. Bukan Berarti Desa Lemah
82
Di Mata Air Tidak Ada Air Mata
Memetik Gitar Dan Bernyanyi. Pada Waktu Tak Bertepi. Diatas Langit Dibawah Tanah. Di Hembus Angin Terseret Arus. Untuk Saudara Tercinta. Untuk Jiwa Yang Terluka. Dengar Lagu Suaraku Hilang. Sebab Hari
83
Entah
Entah Mengapa. Aku Tak Berdaya. Waktu Kau Bisikkan. Jangan Aku. Kau Tinggalkan. Tak Tahu Di Mana. Ada Getar Terasa. Waktu Kau Katakan. Ku Butuh Dekat Denganmu. Seperti Biasa. Aku Diam Tak Bicara. Hany
84
Tergila Gila
Sudah Lama Aku Sendiri. Tak Ada Cinta Di Hati. Uye Uye Uye Uye Uye Uye. Saat Bertemu Dengan Dia. Hatiku Jadi Bahagia. Dimanapun Aku Ada. Disitupun Kamu Ada. Dimanamana Kamu Ada. Kau Membuatku. Jadi Gi
85
Kemesraan
Suatu Hari Dikala Kita Duduk Ditepi Pantai. Dan Memandang Ombak Dilautan Yang Kian Menepi. Burung Camar Terbang Bermain Diderunya Air. Suara Alam Ini Hangatkan Jiwa Kita. Sementara Sinar Surya Perlaha
86
Frustasi
Generasiku. Banyak Yang Frustasi. Broken Home. Istilah Bulebule Luar Negeri. Mereka Muak.liat Papimami Bertengkar. Mereka Jiji Liat Papimami Selalu Keluar. Ada Urusan Yang Tak Masuk Diakal. Mami Sibuk
87
Guru Oemar Bakrie
Tas Hitam Dari Kulit Buaya. Selamat Pagi. Berkata Bapak Oemar Bakri. Ini Hari.i. Aku Rasa Kopi Nikmat Sekali. Tas Hitam Dari Kulit Buaya. Mari Kita Pergi. Memberi Pelajaran Ilmu. Pasti Itu. Murid Beng
88
Kembang Pete
Ku Berikan Padamu Setangkai Kembang Pete. Tanda Cinta Abadi Namun Kere. Buang Jauhjauh Impian Mulukmu. Sebab Kita Tak Boleh Bikin Uang Palsu. Kalau Diantara Kita Jatuh Sakit. Lebih Baik Tak Usah Kedok
89
Kumenanti Seorang Kekasih
Bila Mentari Bersinar Lagi. Hatiku Pun Ceria Kembali. Ku Tatap Mega Tiada Yang Hitam. Betapa Indah Hari Ini. Ku Menanti Seorang Kekasih. Yang Tercantik Yang Datang Di Hari Ini. Adakah Dia Kan Selalu S
90
Merdeka
Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Hatiku Merdeka. Pikiranku Merdeka. Hati Dan Pikiranku Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Dari Kebodohan. Dari Kemiskinan. Dari Ketakutan. Merdeka
91
Serdadu
Isi Kepala. Dibalik Topi Baja. Semua Serdadu. Pasti Tak Jauh Berbeda. Tak Peduli Perwira. Bintara Atau Tamtama. Tetap Tentara. Kata Berita. Gagah Perkasa. Apa Lagi Sedang. Kokang Senjata. Persetan Sia
92
Tak Biru Lautku
Hamparan Pasir Tampak Putih Berbuih. Kala Sisah Ombak Merayap. Hamparan Pasir Terasa Panas Menyengat. Ditelapak Kaki Yang Berkeringat. Camarcamar Hitam Terbang Rendah Melayang. Disekitar Perahu Nelaya
93
Ujung Aspal Pondok Gede
Di Kamar Ini Aku Dilahirkan. Di Balai Bambu Buah Tangan Bapakku. Di Rumah Ini Aku Dibesarkan. Di Belai Mesra Lentik Jari Ibu. Nama Dusunku Ujung Aspal Pondok Gede. Rimbun Dan Anggun Ramah Senyum Pengh
94
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
95
Satu-Satunya
Haruskah Aku Bertekuk Lutut. Memohon Kau Terima Diriku. Kalau Perlu Kau Belah Dadaku. Agar Kau Tahu Isi Dalam Hatiku. Karena Hatiku Mengatakan Kamu. Yang Paling Mengerti. Diantara Yang Mengerti. Dan H
96
Penghibur Hati
Wahai Saudaraku Kita Tak Pernah Tahu. Mana Rejeki Kapan Jodoh Dan Ajalmu. Hanya Usaha Yang Kita Bisa. Sambil Terus Berdoa. Wahai Saudaraku Jangan Berkecil Hati. Apabila Engkau Belum Temukan Yang Inti.
97
Puisi Kota
Hujan Menangisi Kota Penuh Ilusi. Banyak Manusia Tapi Ku Sendiri. Terus Melangkah Terus Berjalan Kaki. Mungkin Hidup Ini Memang Begini. Bagai Puisi Mimpi Harus Dikejar. Tapi Kau Merasa Berlari Di Temp
98
Untukmu
Tunjukan. Padaku. A.dakah. Yang Mau. Untuk Dilahirkan. Ka.takan Padaku. An.daikan. Kau Tau. Tolonglah Kau Katakan Itu. Lawanku Temanku. Saudaraku Keluargaku. Pun Aku. Siang Berganti Malam. Terdengar P
99
Aji Mumpung
Ho O Oo Oo. Ho O Oo Oo. Di Suatu Zaman Orang Pada Gila Gilaan. Saling Cari Kesempatan Dalam Kesempitan. Memupuk. Kekayaan. Mengejar. Kedudukan. Berlomba. Mumpung Ada. Kesempatan. Kesempatan. Semua Ora
100
Terminal
Hangatnya Matahari. Membakar Tapak Kaki. Siang Itu Di Sebuah. Terminal Yang Tak Rapi. Wajah Pejalan Kaki. Kusut Mengutuk Hari. Jarijari Kekar Kondektur. Genit Goda Daki. Dari Sebelah Warung. Sebuah Wc