#
Chord Title
121
Selamat Tinggal Malam
Slamat Tinggal Malam.yang Hitam.antar Aku Pergi.ikhlaskan. Lama Memang. Kita Berteman. Tempuh Jalan. Yang Kelam. Terima Kasih Malam.yang Hitam.banyak Kau Ajarkan.padaku. Sgala Dosa.sgala Luka. Sgala C
122
Samsara
Ooh Tentreming Ati Tentreming Donya Ooh. Uhhuhuhuhuhuhuuuhuhuhuhu. Uhhuhuhuhuhuh U Huhuhuhu. Bila Ruang Waktu Berbenturan. Bila Bintang Diganti Satelit. Manusia Bunuh Jarak. Evolusi Kehidupan. Makin J
123
Pulanglah (Untuk Alm. Munir)
Padi Menguning Tinggal Dipanen. Bening Air Dari Gunung. Ada Juga Yang Kekeringan Karena Kemarau. Semilir Angin Perubahan. Langit Mendung Kemerahan. Pulanglah Kitari Lembah Pesawahan. Selamat Jalan Pah
124
3 Bulan
Tiga Bulan Lamanya Kau Dalam Penjara. Teman. Seratus Butir Telur Ayam Di Pasar. Hilang Engkau Ganyang. Palu Keras Bapak Hakim Berbunyi Tegas. Terbayang. Bibir Sumbing Gigi Rompal Dapat Kupastikan. Mal
125
Pohon Untuk Kehidupan
. Hari Baru Datang Menjelang. Kehidupan Terus Berjalan. Pohonpohon Jadikan Teman. Kehidupan Agar Tak Berhenti. Bukalah Hatimu Rentangkan Tanganmu. Bumi Luas Terbentang. Satukan Hati Tanam Tak Henti. P
126
Perjalanan Waktu
Pagi Telah Datang Matahari Datang. Jelata Lewati Hari. Bersetubuh Dengan Waktu. Wajah Wajah Legam Matanya Membara. Membakar Bayangan Palsu. Peti Mati Diatas Langit. Oh Mereka Dihantam Kenyataan. Oh Me
127
Pelaut
Luasnya Tak Terhingga. Angin Bahkan Badai Adalah Temannya. Gemuruh Ombak Nyanyiannya. Tuk Hidup Yang Harus Diperjuangkan. Berhari Berbulan Dan Tahun. Ungkapkan Hati Pada Samudera. Amanah Ini Sudah Sur
128
Nyatakan Saja
Nyatakan Saja.apa Yang Terasa. Walau Pahit Biasanya. Jangan Disimpan Jangan Dipendam. Merdekakan Jiwa.bersuaralah Kawan. Bagai Ombak Dilautan. Pasti Lega Hatimu. Jangan Lagi Ragu. Walau Diam Adalah Em
129
Lekaslah Sembuh
Engkau Yang Selalu Tersenyum. Membuat Tenang Orang Yang Ada Di Dekatmu. Tubuhmu Meliuk Di Alunan Lagulagu. Jemari Hidupmu Mencabik Dalam Diam. Bertahun Sudah Engkau Lewati. Perjalanan Hidup Yang Penuh
130
Kereta Tiba Pukul Berapa
Hilang Sabar Di Hati. Dan Tak Terbendung Lagi. Waktu Itu. Lama Memang Kutunggu. Kedatanganmu Sobat Karibku. Datang Telegram Darimu. Dua Hari Yang Lalu.tunggu Aku. Di Stasiun Kereta Itu Pukul Satu. Kup
131
Ijinkan Aku Menyayangimu
Andai Kau Ijinkan. Walau Sekejap Memandang. Kubuktikan Kepadamu. Aku Memiliki Rasa. Cinta Yang Kupendam. Tak Sempat Aku Nyatakan. Karena Kau Telah Memilih. Menutup Pintu Hatimu. Ijinkan Aku Membuktika
132
Ibu
Ribuan Kilo Jalan Yang Kau Tempuh. Lewati Rintang Untuk Aku Anakmu. Ibuku Sayang Masih Terus Berjalan. Walau Tapak Kaki Penuh Darah Penuh Nanah. Seperti Udara. Kasih Yang Engkau Berikan. Tak Mampu Ku
133
Gardu Induk Kontrakan
Tempat Tidur Rusak Tikus Kompor Minyak Yang Menghitam. Ruang Kecil Potret Buram. Namun Itu Singgah Nyata. Sulit Memang Jadi Buruh. Dipepet Beras Di Kejar Hutang. Belum Lagi Bayar Kontrakan. Tak Tersis
134
Frustrasi
Generasiku. Banyak Yang Frustasi. Broken Home. Istilah Bulebule Luar Negeri. Mereka Muak.liat Papimami Bertengkar. Mereka Jiji Liat Papimami Selalu Keluar. Ada Urusan Yang Tak Masuk Diakal. Mami Sibuk
135
Dongeng Sebelum Tidur
Jika Sepasang Monyet Tidur. Jadi Buyut Moyangku. Jika Buyut Moyangku Tidur. Jadi Kakek Dan Nenek Ku. Jika Kakek Dan Nenek Tidur. Jadi Ayah Dan Ibu. Dan Jika Ayah Dan Ibu Tidur. Jadi Sebiji Kepala Yait
136
Doa Pengobral Dosa
Disudut Dekat Gerbong. Yang Tak Terpakai. Perempuan Bermakeup Tebal. Dengan Rokok Ditangan. Menunggu Tamunya Datang. Berpisah Dari Ramai. Berteman Nyamuk Nakal. Dan Segumpal Harapan. Kapankah Datang.
137
Di Saat Minggu Masih Pagi
Ribuan Jiwa Melayang Pergi. Jutaan Hati Merintih Pasti. Saat Minggu Masih Pagi. Gempa Dan Tsunami Menghantam Negeri. Harta Benda Musnah Bersama Air Mata. Bayi Bayi Lepas Dari Pangkuan Ibunya. Tak Ada
138
Bung Hatta
Tuhan.terlalu Cepat Semua. Kau Panggil Satusatunya Yang Tersisa. Proklamator Tercinta. Jujur Lugu Dan Bijaksana. Mengerti Apa Yang Terlintas Dalam Jiwa. Rakyat Indonesia. Hujan Air Mata Dari Pelosok N
139
Berandal Malam Di Bangku Terminal
Sebentar Lagi Pagi Kan Datang. Walau Sang Bulan Malas Untuk Pulang. Dibangku Terminal Benakmu Bertanda. Gelisah Seorang Merasa Terbuang. Sedetik Ingatnya Seribu Angannya. Dambakan Malam Terus Berbinta
140
Belum Ada Judul
Pernah Kita Samasama Susah. Terperangkap Di Dingin Malam. Terjerumus Dalam Lubang Jalanan. Digilas Kaki Sang Waktu Yang Sombong. Terjerat Mimpi Yang Indah.lelah. Pernah Kita Samasama Rasakan. Panasnya