Chordyes

Iwan Fals

Guitar Chords & Lyrics by Iwan Fals — Browse the Complete Collection

184 chords available

All Chords (184)

Politik Uang
Boleh Saja Partai Ribuan Jumlahnya. Tapi Yang Menang Yang Punya Uang. Seorang Cepek Ceng. Sudah Bisa Jadi Presiden. Begitulah Cerita Yang Berkembang. Gontok Gontokan Sudah Nggak Musim. Adu Doku Ini Ya
Kasacima
Yang Aku Mau Kau Tunggu. Janganlah Terburu Nafsu. Pasti Ku Datangi Kamu. Tak Mungkin Kau Ku Kibuli. Kasihku Kasih Terkasih. Sayangku Sayang Tersayang. Cintaku Cinta Tercinta. Manisku Manis Termanis. R
Jangan Bicara
Jangan Bicara. Soal Idealisme. Mari Bicara. Berapa Banyak Uang. Di Kantong Kita. Atau Berapa Dasyatnya Ancaman. Yang Membuat Kita Terpaksa Onani. Jangan Bicara. Soal Nasionalisme. Mari Bicara. Tentang
Lagu Satu (hidup)
Jalani Hidup. Tenang Tenang Tenanglah Seperti Karang. Sebab Persoalan. Bagai Gelombang. Tenanglah Tenang Tenanglah Sayang. Tak Pernah Malas. Persoalan Yang Datang Hantam Kita. Dan Kita Tak Mungkin. Un
Kupaksa Untuk Melangkah
Ku Langkahkan Kakiku Yang Rapuh. Tinggalkan Sepi Kota Asalku. Saat Pagi Buta Sandang Gitar Usang. Ku Coba Menantang Keras Kehidupan. Datangi Rumahrumah Tak Jemu. Petik Talitali Senar Gitarku. Dari Ten
Kuli Jalan
Derap Langkah. Dan Keringat Kuli Pembuat Jalan. Dengan Pengki. Ditangan Kiri Pacul Di Pundak Kanan. Dengus Nafasnya. Terdengar Bagai Suara Kereta. Keringat Mereka. Menyengat Aroma Penderitaan. Derap L
Perjalanan Waktu
Pagi Telah Datang. Matahari Datang. Jelata Lewati Hari. Bersetubuh Dengan Waktu. Wajahwajah Legam. Matanya Membara. Membakar Bayangan Palsu. Peti Mati Diatas Langit. Oh. Mereka Dihantam Kenyataan. Oh.
Nyanyianmu
Kau Petik Gitar. Nyanyikan Lagu. Perlahan. Usap Hatiku. Terucap Janji. Ku Untukmu. Tenggelamku. Di Tembangmu. Tulikanlah Kedua. Telingaku. Butakanlah Kedua Bola Mataku. Agar Tak Kulihat Dan. Kudengar.
Sang Petualang
Laut Biru Begitu Lapang. Dan Gelombang Menghalau Bosan. Petualang Bergerak Tenang. Melihat Diri Untuk Pergi Lagi. Ya Sejenak. Hanya Sejenak. Ia Membelai. Semua Luka. Ya Sekejap. Hanya Sekejap. Ia Meri
Sumbang
Kuatnya Belenggu Besi. Mengikat Kedua Kaki. Tajamnya Ujung Belati. Menghujam Diulu Hati. Sanggupkah Tak Akan Lari. Walau Akhirnya Pasti Mati. Dikepala Tanpa Baja. Ditangan Tanpa Senjata. Ah Itu Soal B
Rubah
Zaman Berubah Perilaku Tak Berubah. Orang Berubah Tingkah Laku Tak Berubah. Wajah Berubah Kok Menjadi Lebih Susah. Manusia Berubah Berubahrubah. Gandhi Yang Dicari Yang Ada Komedi. Revolusi Dinanti Ya
Pulanglah
Padi Menguning Tinggal Dipanen. Bening Air Dari Gunung. Ada Juga Yang Kekeringan. Karena Kemarau. Semilir Angin Perubahan. Langit Mendung Kemerahan. Pulanglah Kitari Lembah Pesawahan. Selamat Jalan Pa
Selamat Tidur Sayang
Sayang Selamat Malam. Sayang Selamat Tidur. Sayang Mimpi Indah. Tentang Kau Dan Aku. Panggil Namaku Sebelum Tidur. Agar Ku Hadir Dalam Mimpimu. Kita Kan Terbang Diatas Awan. Berdua Selalu Berdua. Saya
Sunatan Massal
Bukan Lantaran Kerjaan Brutal. Ujungnya Daging Harus Dipenggal. Di Bumi Insan Makin Berjejal. Hingga Terjadi Sunatan Massal. Tersenyum Ramah Si Bapak Mantri. Kerja Borongan Dapat Rejeki. Berbondongbon
Semoga Kau Benar
Berbondongbondong Orang Cumbui Angan. Di Bibir Pelabuhan. Tinggalkan Tanah Lahir Desa Tercinta. Menuju Pulau Surga. Selamat Tinggal Semua. Bukan Aku Tak Cinta. Tiada Lagi Tersisa. Bahkan Mimpi Ku Bawa
Kupu-kupu Hitam Putih
La Lala Lala Lalalala Lala. Lala Lala Lalalala Lala. Lala Lala Lalalala Lala. Menunggu Matahari Terbit. Di Musim Hujan. Mendung Menjadi Teman. Ada Juga Keindahannya. Butir Embun Yang Ada Di Daun. Baga
Celoteh Camar Tolol & Cemar
Api Menjalar. Dari Sebuah Kapal. Je.rit Ketakutan. Keras Melebihi Gemuruh Gelombang. Yang Datang. Sejuta Lumbalumba Mengawasi Cemas. Risau Camar Membawa Kabar. Tampomas Terbakar. Risau Camar Memberi S
Sudah Berlalu
Mungkin Sudah Berlalu. Bersama Redup Senja. Kita Bukanlah Satu. Ku Tak Lagi Kau Puja. Kini. Tak Akan Lagi. Ku Harap Indah Mimpi. Bila Tak Lagi Kau Resapi. Cinta Hanya Tuk Dua Hati. Jangan Lagi Kau Uca
Sketsa Setan Yang Bisu
Transaksi Narkoba Ada Dimanamana. Di Perkampungan Di Perumahan. Di Pesantren Di Sekolahan. Di Tempat Hiburan Di Kejaksaan. Bahkan Di Dalam Penjara Sekalipun. Bagai Wabah Buktinya Pun Bercecaran. Di Ma
Satu Satu
Satu Satu. Daun Berguguran. Jatuh Ke Bumi. Dimakan Usia. Tak Terdengar Tangis Tak Terdengar Tawa. Redalah Reda. Satu Satu. Tunas Muda Bersemi. Mengisi Hidup. Gantikan Yang Tua. Tak Terdengar Tangis Ta