Chordyes

Iwan Fals

Guitar Chords & Lyrics by Iwan Fals — Browse the Complete Collection

151 chords available

All Chords (151)

Pulang Kerja
Kucing Hutan Ibu Dan Anak Berang Berang. Tikus Salju Dan Harimau Kumbang. Berwarna Coklat. Mereka Berkelahi Untuk Kehidupan. Yang Aku Rasakan Adalah Keseimbangan. Kucing Hutan Lari Karena Kalah Berkel
Suhu
Kekerasan Ada Batasnya. Keluwesan Tak Ada Batasnya. Tak Ada Kudakuda. Yang Tak Bisa Dijatuhkan. Karena Itu Geseran Lebih Utama. Keunggulan Geseran. Terletak Pada Keseimbangan. Rahasia Keseimbangan Ada
Jendela Kelas Satu
Duduk Dipojok Bangku Deretan Belakang. Didalam Kelas Penuh Dengan Obrolan. Selalu Mengacau Laju Khayalan. Dari Jendela Kelas Yang Tak Ada Kacanya. Dari Sana Pula Aku Mulai Mengenal. Seraut Wajah Beris
Ya Ya, Oh Ya...!
Lagi Sebuah Kenyataan. Telah Kutemui. Dan Kini. Ku Hadapi. Di Malam Gelap Ini. Kebencian Dalam Hatiku. Yang Akrab Denganmu. Akhirnya. Menipuku. Hingga Lahirkan Rindu. Ya Ya Ya Oh Ya. Nafsuku Yang Memb
Untukmu Negeri
Perihnya Masih Terasa. Sakitnya Tak Terhingga. Nafsu Ingin Berkuasa. Sungguh Mahal Ongkosnya. Apapun Yang Kan Terjadi. Aku Tak Akan Lari. Apalagi Bersembunyi. Takkan Pernah Terjadi. Air Mata Darah Tel
Untuk Bram
Panjipanji Putihputih. Berkibar Setengah Tiang. Burungburung Merpati. Menebarkan Melati. Lampu Suci Dinyalakan. Dalang Tua Berdoa. Ooh Ooo. Wayang Kayon Diletakkan. Lakon Mulai Dilakukan. Rahasia Dibe
Tince Sukarti Binti Mahmud
Tince Sukarti Binti Mahmud. Kembang Desa Yang Berwajah Lembut. Kuning Langsat Warna Kulitnya. Maklum Ayah Arab Ibunda Cina. Tince Sukarti Binti Mahmud. Ikal Mayang Engkau Punya Rambut. Para Jejaka Tak
Timur Tengah Ii
Chord Lagu Iwan Fals Timur Tengah 2. Tuhan Tolong Dengarkan. Nyanyian Pinggir Jalan. Malam Di Bawah Bulan. Dalam Waktu Yang Rawan. Marah Di Bawah Tanah. Di Langit Ada Merah. Menuju Satu Arah. Bakar. D
Timur Tengah I
Chord Iwan Fals Timur Tengah 1. Ada Tanya Dalam Kepala. Waktu Lihat Muak Yang Hingar. Di Setiap Sudut. Ada Mati Di Balik Tembok. Waktu Timah Panas Mencabik. Hati Nurani. Merah Merah Merah Merah. Di La
Tikus Tikus Kantor
Kisah Usang. Tikustikus Kantor. Yang Suka Berenang. Disungai Yang Kotor. Kisah Usang. Tikustikus Berdasi. Yang Suka Ingkar Janji. Lalu Sembunyi. Dibalik Meja Teman Sekerja. Didalam Lemari Dari Baja. K
Teman Kawanku Punya Teman
Kawanku Punya Teman. Temannya Punya Kawan. Mahasiswa Terakhir Fakultas Dodol. Lagaknya Bak Professor. Pemikir Jempolan. Selintas Seperti Sibuk Mencari. Bahan Skripsi. Kacamata Tebal Maklum Kutu Buku.
Tante Lisa
Di Rumah Megah Ada Seorang Nyonya. Ramping Bodinya. Lagaknya Centil Dan Tak Mau Kalah. Oleh Gadis Remaja. Melirik Matanya. Bila Melihat Pemuda. Yang Tampan Perkasa. Apalagi Dia Orang Kaya. Hey Tante L
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Sudah Seharusnya Kita Harus Menghargai. Makanan Yang Sering Disiasiakan. Bahan Pangan Kita Cukup Banyak Dan Enak. Untuk Disajikan. Bisa Diolah Macammacam. Walau Nyatanya Masih Banyak. Yang Belum Terol
Suara Hati
Apa Kabar Suara Hati. Sudah Lama Baru Terdengar Lagi. Kemana Saja Suara Hati. Tanpa Kau Sepi Rasanya Hari. Kabar Buruk Apa Kabar Baik. Yang Kau Bawa Mudahmudahan Baik. Dengardengar Dunia Lapar. Lapar
Sapuku, Sapumu, Sapu Sapu
Tukang Sapu Kuli Pu Besar Jasamu. Oh Kawan. Dengan Sapu Ganyang Sampah Dan Debu. Tuk Sesuap Makan. Hari Panas Hari Hujan. Memang Tantangan. Siapa Bilang Bukan. Namun Tugas Tetap Jalan. Absen Gaji Mela
Puing I
Chord Iwan Fals Puing 1. Puing Berserakan Di Segenap Penjuru. Bekas Pertempuran. Bau Amis Darah Sisa Asap Mesiu. Sesak Napasku. Mayatmayat Bergeletakan. Tak Terkubur Dengan Layak. Dan Burungburung Ban
P.h.k
Lelaki Renta Setengah Baya. Geram Di Trotoar Jalan. Saat Panas Tikam Kepala. Seorang Buruh Disingkirkan. Bising Mesin Menyulut Resah. Masih Bisa Engkau Pendam. Canda Anak Istri Di Rumah. Bangkitkan Ka
Perempuan Malam
Perempuan Malam Mandi Di Kali. Buihbuih Busa Shampo Ketengan. Di Atas Kepala Lewat Kereta. Yang Berjalan Lamban Nakal Menggoda. Disambut Tawa Renyah Memecah Langit. Dengus Kereta Semakin Genit. Semua
Para Tentara
Para Tentara Jangan Pukul Kami. Kami Tak Kuat Menahan Rasa Sakit. Kami Di Sini Atas Dasar Nurani. Atas Dasar Akal Sehat Kami. Yang Terus Menjerit. Ingin Berbuat. Para Tentara Jangan Siksa Teman Kami.
Pak Tua
Aa. Aa. Aa. Kamu Yang Sudah Tua. Apa Kabarmu. Katanya Baru Sembuh. Katanya Sakit. Jantung Ginjal Dan En Cok. Sedikit Sarap. Hatihati Pak Tua Istirahatlah. Diluar Banyak Angin. Kamu Yang Murah Senyum.