#
Chord Title
121
Serdadu
Isi Kepala. Dibalik Topi Baja. Semua Serdadu. Pasti Tak Jauh Berbeda. Tak Peduli Perwira. Bintara Atau Tamtama. Tetap Tentara. Kata Berita. Gagah Perkasa. Apa Lagi Sedang. Kokang Senjata. Persetan Sia
122
Serenade
Ku Datang Padamu. Ketika Anyelir Di Taman Masih. Berkerudung Embun. Di Ambang Malamku. Selaksa Kemelut Bermain Tanpa Terali. Khayalku Berarak. Ku Tawar Buatmu Mungkin Kau. Minat Menjamahnya. Di Bawah
123
Sesuatu Yang Tertunda
Disini Aku Sendiri. Menatap Relungrelung Hidup. Aku Merasa Hidupku. Tak Seperti Yang Ku Inginkan. Terhampar Begitu Banyak. Warna Kelam Sisi Hidupku. Seperti Yang Mereka Tau. Seperti Yang Mereka Tau. A
124
Siang Seberang Istana
Seorang Anak Kecil Bertubuh Dekil. Tertidur Berbantal Sebelah Lengan. Berselimut Debu Jalanan. Rindang Pohon Jala Menunggu Lelah. Kawan Setia Sehabis Bekerja. Siang Di Seberang Sebuah Istana. Siang Di
125
Songsonglah
Lepaslah.lepaslah Belenggu Ragu. Yang Membelit Hati. Langkahlah.melangkah Dengan Pasti. Menuju Gerbang Baru. Songsonglah.songsonglah Gelombang Waktu. Berenang Dengan Tenang. Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho
126
Sore Tugu Pancoran
Si Budi Kecil. Kuyup Menggigil. Menahan Dingin. Tanpa Jas Hujan. Di Simpang Jalan. Tugu Pancoran. Tunggu Pembeli. Jajakan Koran. Menjelang Maghrib. Hujan Tak Reda. Si Budi Murung. Menghitung Laba. Sur
127
Suara Hati
Apa Kabar Suara Hati. Sudah Lama Baru Terdengar Lagi. Kemana Saja Suara Hati. Tanpa Kau Sepi Rasanya Hari. Kabar Buruk Apa Kabar Baik. Yang Kau Bawa Mudahmudahan Baik. Dengardengar Dunia Lapar. Lapar
128
Sugali
Sua Sua Sua Suara Berita. Tertulis Dalam Koran. Tentang Seorang Lelaki. Yang Sering Keluar Masuk Bui. Jadi Buronan Polisi. Dar Der Dor.suara Senapan. Sugali Anggap Petasan. Tiada Rasa Ketakutan. Punya
129
Suhu
Kekerasan Ada Batasnya. Keluwesan Tak Ada Batasnya. Tak Ada Kudakuda. Yang Tak Bisa Dijatuhkan. Karena Itu Geseran Lebih Utama. Keunggulan Geseran. Terletak Pada Keseimbangan. Rahasia Keseimbangan Ada
130
Tak Biru Lautku
Hamparan Pasir Tampak Putih Berbuih. Kala Sisah Ombak Merayap. Hamparan Pasir Terasa Panas Menyengat. Ditelapak Kaki Yang Berkeringat. Camarcamar Hitam Terbang Rendah Melayang. Disekitar Perahu Nelaya
131
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Sudah Seharusnya Kita Harus Menghargai. Makanan Yang Sering Disiasiakan. Bahan Pangan Kita Cukup Banyak Dan Enak. Untuk Disajikan. Bisa Diolah Macammacam. Walau Nyatanya Masih Banyak. Yang Belum Terol
132
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
133
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
134
Tante Lisa
Di Rumah Megah Ada Seorang Nyonya. Ramping Bodinya. Lagaknya Centil Dan Tak Mau Kalah. Oleh Gadis Remaja. Melirik Matanya. Bila Melihat Pemuda. Yang Tampan Perkasa. Apalagi Dia Orang Kaya. Hey Tante L
135
Teman Kawanku Punya Teman
Kawanku Punya Teman. Temannya Punya Kawan. Mahasiswa Terakhir Fakultas Dodol. Lagaknya Bak Professor. Pemikir Jempolan. Selintas Seperti Sibuk Mencari. Bahan Skripsi. Kacamata Tebal Maklum Kutu Buku.
136
Tengkulak
Disebut Apa Orang Yang Semacam Dia. Menawarkan Jasa Lalu Meminta Sumbangan. Perlakuan Orang Kaya Mungkin Juga. Tengkulak Namanya Itu Pun Hanya Kataan. Kapankah Engkau Kan Menjadi Pahlawan. Menolong Um
137
Tergila Gila
Sudah Lama Aku Sendiri. Tak Ada Cinta Di Hati. Uye Uye Uye Uye Uye Uye. Saat Bertemu Dengan Dia. Hatiku Jadi Bahagia. Dimanapun Aku Ada. Disitupun Kamu Ada. Dimanamana Kamu Ada. Kau Membuatku. Jadi Gi
138
Terminal
Update Terbaru. Hangatnya Matahari. Membakar Tapak Kaki. Siang Itu Di Sebuah. Terminal Yang Tak Rapi. Wajah Pejalan Kaki. Kusut Mengutuk Hari. Jarijari Kekar Kondektur. Genit Goda Daki. Dari Sebelah W
139
Terminal
Hangatnya Matahari. Membakar Tapak Kaki. Siang Itu Di Sebuah. Terminal Yang Tak Rapi. Wajah Pejalan Kaki. Kusut Mengutuk Hari. Jarijari Kekar Kondektur. Genit Goda Daki. Dari Sebelah Warung. Sebuah Wc
140
Tikus Kantor
Kisah Usang Tikustikus. Kantor. Yang Suka Berenang. Disungai Yang Kotor. Kisah Usang Tikustikus. Berdasi. Yang Suka Ingkar. Janji Lalu Sembunyi. Dibalik Meja Teman Sekerja. Didalam Lemari Dari Baja. K