#
Chord Title
141
Serenade
Ku Datang Padamu. Ketika Anyelir Di Taman Masih. Berkerudung Embun. Di Ambang Malamku. Selaksa Kemelut Bermain Tanpa Terali. Khayalku Berarak. Ku Tawar Buatmu Mungkin Kau. Minat Menjamahnya. Di Bawah
142
Sesuatu Yang Tertunda
Disini Aku Sendiri. Menatap Relungrelung Hidup. Aku Merasa Hidupku. Tak Seperti Yang Ku Inginkan. Terhampar Begitu Banyak. Warna Kelam Sisi Hidupku. Seperti Yang Mereka Tau. Seperti Yang Mereka Tau. A
143
Siang Pelataran Sd
Sentuhan. Angin Waktu Siang. Kibarkan Satu Kain Bendera Usang. Di Halaman Sekolah Dasar. Di Tengah Hikmat Anak Desa. Nyanyikan Lagu Bangsa. Bergemalah. Tegap Engkau Berdiri. Walau Tanpa Alas Kaki. Lan
144
Siang Seberang Istana
Seorang Anak Kecil Bertubuh Dekil. Tertidur Berbantal Sebelah Lengan. Berselimut Debu Jalanan. Rindang Pohon Jala Menunggu Lelah. Kawan Setia Sehabis Bekerja. Siang Di Seberang Sebuah Istana. Siang Di
145
Sketsa Setan Yang Bisu
Transaksi Narkoba Ada Dimanamana. Di Perkampungan Di Perumahan. Di Pesantren Di Sekolahan. Di Tempat Hiburan Di Kejaksaan. Bahkan Di Dalam Penjara Sekalipun. Bagai Wabah Buktinya Pun Bercecaran. Di Ma
146
Songsonglah
Lepaslah.lepaslah Belenggu Ragu. Yang Membelit Hati. Langkahlah.melangkah Dengan Pasti. Menuju Gerbang Baru. Songsonglah.songsonglah Gelombang Waktu. Berenang Dengan Tenang. Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho
147
Songsonglah
Lepaslah. Lepaslah Belenggu Ragu. Yang Membelit Hati. Langkahlah. Melangkah Dengan Pasti. Menuju Gerbang Baru. Songsonglah. Songsonglah Gelombang Waktu. Berenang Dengan Tenang. Hoo. Hooo.o. Hoooo. Ho.
148
Sore Tugu Pancoran
Si Budi Kecil. Kuyup Menggigil. Menahan Dingin. Tanpa Jas Hujan. Di Simpang Jalan. Tugu Pancoran. Tunggu Pembeli. Jajakan Koran. Menjelang Maghrib. Hujan Tak Reda. Si Budi Murung. Menghitung Laba. Sur
149
Suara Hati
Apa Kabar Suara Hati. Sudah Lama Baru Terdengar Lagi. Kemana Saja Suara Hati. Tanpa Kau Sepi Rasanya Hari. Kabar Buruk Apa Kabar Baik. Yang Kau Bawa Mudahmudahan Baik. Dengardengar Dunia Lapar. Lapar
150
Sudah Berlalu
Mungkin Sudah Berlalu. Bersama Redup Senja. Kita Bukanlah Satu. Ku Tak Lagi Kau Puja. Kini. Tak Akan Lagi. Ku Harap Indah Mimpi. Bila Tak Lagi Kau Resapi. Cinta Hanya Tuk Dua Hati. Jangan Lagi Kau Uca
151
Sugali
Sua Sua Sua Suara Berita. Tertulis Dalam Koran. Tentang Seorang Lelaki. Yang Sering Keluar Masuk Bui. Jadi Buronan Polisi. Dar Der Dor.suara Senapan. Sugali Anggap Petasan. Tiada Rasa Ketakutan. Punya
152
Suhu
Kekerasan Ada Batasnya. Keluwesan Tak Ada Batasnya. Tak Ada Kudakuda. Yang Tak Bisa Dijatuhkan. Karena Itu Geseran Lebih Utama. Keunggulan Geseran. Terletak Pada Keseimbangan. Rahasia Keseimbangan Ada
153
Sumbang
Kuatnya Belenggu Besi. Mengikat Kedua Kaki. Tajamnya Ujung Belati. Menghujam Diulu Hati. Sanggupkah Tak Akan Lari. Walau Akhirnya Pasti Mati. Dikepala Tanpa Baja. Ditangan Tanpa Senjata. Ah Itu Soal B
154
Sunatan Massal
Bukan Lantaran Kerjaan Brutal. Ujungnya Daging Harus Dipenggal. Di Bumi Insan Makin Berjejal. Hingga Terjadi Sunatan Massal. Tersenyum Ramah Si Bapak Mantri. Kerja Borongan Dapat Rejeki. Berbondongbon
155
Tak Biru Lautku
Hamparan Pasir Tampak Putih Berbuih. Kala Sisah Ombak Merayap. Hamparan Pasir Terasa Panas Menyengat. Ditelapak Kaki Yang Berkeringat. Camarcamar Hitam Terbang Rendah Melayang. Disekitar Perahu Nelaya
156
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Sudah Seharusnya Kita Harus Menghargai. Makanan Yang Sering Disiasiakan. Bahan Pangan Kita Cukup Banyak Dan Enak. Untuk Disajikan. Bisa Diolah Macammacam. Walau Nyatanya Masih Banyak. Yang Belum Terol
157
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
158
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
159
Tante Lisa
Di Rumah Megah Ada Seorang Nyonya. Ramping Bodinya. Lagaknya Centil Dan Tak Mau Kalah. Oleh Gadis Remaja. Melirik Matanya. Bila Melihat Pemuda. Yang Tampan Perkasa. Apalagi Dia Orang Kaya. Hey Tante L
160
Teman Kawanku Punya Teman
Kawanku Punya Teman. Temannya Punya Kawan. Mahasiswa Terakhir Fakultas Dodol. Lagaknya Bak Professor. Pemikir Jempolan. Selintas Seperti Sibuk Mencari. Bahan Skripsi. Kacamata Tebal Maklum Kutu Buku.