Chordyes

Iwan Fals

Guitar Chords & Lyrics by Iwan Fals — Browse the Complete Collection

184 chords available

All Chords (184)

Lagu Tiga (persoalan)
Aku Tunggu Kamu Di Tempat Ini. Di Puncak Bukit Yang Sepi Dan Dingin. Aku Percaya Kamu Pasti Sampai. Rasa Dan Akal Sehatku Mengatakan Itu. Saudaraku. Singkatnya Hari Yang Kita Punya. Begitu Banyak Memb
Lekaslah Sembuh
Engkau Yang Selalu Tersenyum. Membuat Tenang Orang Yang Ada Di Dekatmu. Tubuhmu Meliuk Di Alunan Lagulagu. Jemari Hidupmu Mencabik Dalam Diam. Bertahun Sudah Engkau Lewati. Perjalanan Hidup Yang Penuh
Libur Kecil Kaum Kusam
Nikmat Kau Hisap Asap Tembakau. Di Bangku Rumah Kontrakan. Sore Selesai Kerja Sehari. Tunggu Istri Berdandan. Janji Pergi Berkencan. Tak Kalah Dengan Orang Gedean. Dalam Rasakan Senang. Walau Lembaran
Lonteku
.2X. Hembusan Angin Malam Waktu Itu. Bawa Lariku Dalam Dekapanmu. Kau Usap Luka Di Sekujur Tubuh Ini. Sembunyilah Sembunyi. Ucapmu. Nampak Jelas Rasa Takut Diwajahmu. Saat Petugas Datang Mencariku. Lo
Luka Lama
Luka Lama Kambuh Kembali. Semakin Jelas Semakin Parah. Menjalar Di Setiap Hati. Janjijanji Dilangkah Ini. Hanya Usang Hanya Sentuh. Telinga Lalu Pergi. Bahkan Malam Yang Biasa Singgah. Enggan Menyapa
Manusia Setengah Dewa
Wahai Presiden Kami Yang Baru. Kamu Harus Dengar Suara Ini. Suara Yang Keluar Dari Dalam Goa. Goa Yang Penuh Lumut Kebosanan. Walau Hidup Adalah Permainan. Walau Hidup Adalah Hiburan. Tetapi Kami Tak
Masih Bisa Cinta
Hari Ini. Kau Patahkan Hatiku. Kau Patahkan Niatku. Kau Patahkan Semangatku. Entah Mengapa Ku Masih Bisa Cinta. Bisa Cinta Padamu Ku Maafkan Salahmu. Berjanjilah Berjanjilah Untuk. Datang Padaku. Liha
Mata Indah Bola Pingpong
Pria Mana Yang Tak Suka. Senyummu Juwita. Kalau Ada Yang Tak Suka. Mungkin Sedang Goblok. Engkau Baik Engkau Cantik. Kau Wanita Aku Cinta. Mata Indah Bola Pingpong. Masihkah Kau Kosong. Bolehkah Aku M
Matahari Bulan Dan Bintang
Aku Sedang Susah. Perang Saudara Di Depan Mata. Sana Teman Sini Kawan. Korban Sudah Berjatuhan. Dimana Tempatkan Diri. Banyak Orang Yang Kehilangan Diri. Wakil Rakyatnya Malah Dagelan. Sedangkan Para
Merdeka
Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Hatiku Merdeka. Pikiranku Merdeka. Hati Dan Pikiranku Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Dari Kebodohan. Dari Kemiskinan. Dari Ketakutan. Merdeka
Mimpi Yang Terbeli
Berjalan Di Situ Di Pusat Pertokoan. Melihat Barangbarang. Yang Jenisnya Beraneka Ragam. Cari Apa Di Sana Pasti Tersedia. Asal Uang Di Kantong Cukup. Tentu Tak Ada Soal. Aku Ingin Membeli Kamu Ingin M
Nak
. Jauh Jalan Yang. Harus Kau Tempuh. Mungkin Samar. Bahkan Mungkin Gelap. Tajam Kerikil. Setiap Saat Menunggu. Engkau Lewat. Dengan Kaki.tak Bersepatu. Duduk Sini Nak Dekat Pada Bapak. Jangan Kau Gang
Negeri Kaya
Negeri Ini Memang Kaya. Kaya Orangnya Kaya Binatangnya. Kaya Alamnya Kaya Budayanya. Negeri Ini Memang Kaya. Kaya Pejabatnya Kaya Penjahatnya. Kaya Idenya Kaya Sejarahnya. Negeri Ini Memang Kaya. Hey
Negeriku (Ngeriku)
Bersih Bersih Bersih. Bersihlah Negeriku. Malu Malu Malu. Malulah Hati. Kotornya Teramat Gawat. Ya Kotornya Sangat. Inilah Amanah. Yang Menjadi Keramat. Bersih Bersih Bersih. Bersihlah Diri. Sebelum M
Neraka Yang Asyik
Oh Oh Oh. Kenikmatanmu. Oh Oh Oh. Memanggil Hasratku. Bangkitkan Khayal Biru. Memacu Rindu Dan Nafsu. Oh Oh Oh. Kau Wanita Cantik. Oh Oh Oh. Neraka Yang Asyik. Di Antara Gerakmu. Janjikan Surga Dan Ma
Nyanyianmu
Kau Petik Gitar. Nyanyikan Lagu. Perlahan. Usap Hatiku. Terucap Janji. Ku Untukmu. Tenggelamku. Di Tembangmu. Tulikanlah Kedua. Telingaku. Butakanlah Kedua Bola Mataku. Agar Tak Kulihat Dan. Kudengar.
Nyatakan Saja
Nyatakan Saja.apa Yang Terasa. Walau Pahit Biasanya. Jangan Disimpan Jangan Dipendam. Merdekakan Jiwa.bersuaralah Kawan. Bagai Ombak Dilautan. Pasti Lega Hatimu. Jangan Lagi Ragu. Walau Diam Adalah Em
Obat Awet Muda
Tantetante Yang Kesepian. Bertingkah Seperti Perawan. Berlombalomba Mencari Pasangan. Persis Oplet Tua Yang Cari Omprengan. Di Ujung Jalan. Saling Berebut Cari Muatan. Selop Dasi Gaun Model Paris. Eye
Oemar Bakri
Tas Hitam Dari Kulit Buaya. Selamat Pagi. Berkata Bapak Oemar Bakri. Ini Hari Hi. Aku Rasa Kopi Nikmat Sekali. Tas Hitam Dari Kulit Bua Ya. Mari Kita Pergi. Memberi Pelajaran Ilmu Pasti. Itu Murid Ben
P.h.k
Lelaki Renta Setengah Baya. Geram Di Trotoar Jalan. Saat Panas Tikam Kepala. Seorang Buruh Disingkirkan. Bising Mesin Menyulut Resah. Masih Bisa Engkau Pendam. Canda Anak Istri Di Rumah. Bangkitkan Ka