#
Chord Title
101
Lonteku
.2X. Hembusan Angin Malam Waktu Itu. Bawa Lariku Dalam Dekapanmu. Kau Usap Luka Di Sekujur Tubuh Ini. Sembunyilah Sembunyi. Ucapmu. Nampak Jelas Rasa Takut Diwajahmu. Saat Petugas Datang Mencariku. Lo
102
Libur Kecil Kaum Kusam
Nikmat Kau Hisap Asap Tembakau. Di Bangku Rumah Kontrakan. Sore Selesai Kerja Sehari. Tunggu Istri Berdandan. Janji Pergi Berkencan. Tak Kalah Dengan Orang Gedean. Dalam Rasakan Senang. Walau Lembaran
103
Lekaslah Sembuh
Engkau Yang Selalu Tersenyum. Membuat Tenang Orang Yang Ada Di Dekatmu. Tubuhmu Meliuk Di Alunan Lagulagu. Jemari Hidupmu Mencabik Dalam Diam. Bertahun Sudah Engkau Lewati. Perjalanan Hidup Yang Penuh
104
Lagu Tiga (persoalan)
Aku Tunggu Kamu Di Tempat Ini. Di Puncak Bukit Yang Sepi Dan Dingin. Aku Percaya Kamu Pasti Sampai. Rasa Dan Akal Sehatku Mengatakan Itu. Saudaraku. Singkatnya Hari Yang Kita Punya. Begitu Banyak Memb
105
Lagu Satu (hidup)
Jalani Hidup. Tenang Tenang Tenanglah Seperti Karang. Sebab Persoalan. Bagai Gelombang. Tenanglah Tenang Tenanglah Sayang. Tak Pernah Malas. Persoalan Yang Datang Hantam Kita. Dan Kita Tak Mungkin. Un
106
Kupu-kupu Hitam Putih
La Lala Lala Lalalala Lala. Lala Lala Lalalala Lala. Lala Lala Lalalala Lala. Menunggu Matahari Terbit. Di Musim Hujan. Mendung Menjadi Teman. Ada Juga Keindahannya. Butir Embun Yang Ada Di Daun. Baga
107
Kupaksa Untuk Melangkah
Ku Langkahkan Kakiku Yang Rapuh. Tinggalkan Sepi Kota Asalku. Saat Pagi Buta Sandang Gitar Usang. Ku Coba Menantang Keras Kehidupan. Datangi Rumahrumah Tak Jemu. Petik Talitali Senar Gitarku. Dari Ten
108
Kumenanti Seorang Kekasih
Bila Mentari Bersinar Lagi. Hatiku Pun Ceria Kembali. Ku Tatap Mega Tiada Yang Hitam. Betapa Indah Hari Ini. Ku Menanti Seorang Kekasih. Yang Tercantik Yang Datang Di Hari Ini. Adakah Dia Kan Selalu S
109
Kuli Jalan
Derap Langkah. Dan Keringat Kuli Pembuat Jalan. Dengan Pengki. Ditangan Kiri Pacul Di Pundak Kanan. Dengus Nafasnya. Terdengar Bagai Suara Kereta. Keringat Mereka. Menyengat Aroma Penderitaan. Derap L
110
Ku Menanti Seorang Kekasih
Bila Mentari Bersinar Lagi. Hatiku Pun Ceria Kembali. Ku Tatap Mega Tiada Yang Hitam. Betapa Indah Hari Ini. Ku Menanti Seorang Kekasih. Yang Tercantik Yang Datang Di Hari Ini. Adakah Dia Kan Selalu S
111
Kota
Kota. Yang Ku Tinggali. Kini Tak Ramah Lagi. Orang. Orang Yang Lewat. Beri Senyumpun Enggan. Disini Aku Lahir. Disini Aku Besar. Disini Aku Merasa. Bodoh. Kota. Yang Ku Dambakan. Tawarkan Kekerasan. N
112
Kereta Tiba Pukul Berapa
Hilang Sabar Di Hati. Dan Tak Terbendung Lagi. Waktu Itu. Lama Memang Kutunggu. Kedatanganmu Sobat Karibku. Datang Telegram Darimu. Dua Hari Yang Lalu.tunggu Aku. Di Stasiun Kereta Itu Pukul Satu. Kup
113
Kemesraan
Suatu Hari Dikala Kita Duduk Ditepi Pantai. Dan Memandang Ombak Dilautan Yang Kian Menepi. Burung Camar Terbang Bermain Diderunya Air. Suara Alam Ini Hangatkan Jiwa Kita. Sementara Sinar Surya Perlaha
114
Kemesraan
Suatu Hari. Dikala Kita Duduk Ditepi Pantai. Dan Memandang. Ombak Dilautan Yang. Kian Menepi. Burung Camar. Terbang Bermain. Diderunya Air. Suara Alam Ini. Hangatkan Jiwa Kita. Sementara. Sinar Surya
115
Kembang Pete
Ku Berikan Padamu Setangkai Kembang Pete. Tanda Cinta Abadi Namun Kere. Buang Jauhjauh Impian Mulukmu. Sebab Kita Tak Boleh Bikin Uang Palsu. Kalau Diantara Kita Jatuh Sakit. Lebih Baik Tak Usah Kedok
116
Kata Siapa Cinta Itu Menyakitkan?
Kata Siapa Cinta. Itu Menyakitkan. Kata Siapa Rindu. Itu Menyedihkan. Jika Terasa Sakit. Mungkin Bukan Cinta. Jika Terasa Pedih. Mungkin Bukan Rindu. Cinta Sejati Takkan. Membuatmu Terluka. Rindu Alam
117
Kasacima
Yang Aku Mau Kau Tunggu. Janganlah Terburu Nafsu. Pasti Ku Datangi Kamu. Tak Mungkin Kau Ku Kibuli. Kasihku Kasih Terkasih. Sayangku Sayang Tersayang. Cintaku Cinta Tercinta. Manisku Manis Termanis. R
118
Kanjuruhan
Kanjuruhan. Kanjuruhan Banyak Ajarkan. Tentang Kebersamaan. Tentang Kepedulian. Bungabunga Yang Bermekaran. Disirami Airmata Dan Doadoa. Pergi Pergilah Kau Dengan Senang Hati. Tak Ada Yang Pernah Siap
119
Kabar Aroma Tanah
Halilintar Bersahutan. Yang Berhembus Rontokan Daun. Bel Angin Terus Berbunyi. Saling Menimpali Dengan Suara Air. Aku Petik Gitarku. Di Sore Hari Terrindu. Diantara Gemuruh. Masa Depan Yang Sibuk. Kab
120
Jendela Kelas Satu
Duduk Dipojok Bangku Deretan Belakang. Didalam Kelas Penuh Dengan Obrolan. Selalu Mengacau Laju Khayalan. Dari Jendela Kelas Yang Tak Ada Kacanya. Dari Sana Pula Aku Mulai Mengenal. Seraut Wajah Beris