#
Chord Title
61
Ibu
Ribuan Kilo Jalan Yang Kau Tempuh. Lewati Rintang Untuk Aku Anakmu. Ibuku Sayang Masih Terus Berjalan. Walau Tapak Kaki Penuh Darah Penuh Nanah. Seperti Udara. Kasih Yang Engkau Berikan. Tak Mampu Ku
62
Aji Mumpung
Ho O Oo Oo. Ho O Oo Oo. Di Suatu Zaman Orang Pada Gila Gilaan. Saling Cari Kesempatan Dalam Kesempitan. Memupuk. Kekayaan. Mengejar. Kedudukan. Berlomba. Mumpung Ada. Kesempatan. Kesempatan. Semua Ora
63
Kumenanti Seorang Kekasih
Bila Mentari Bersinar Lagi. Hatiku Pun Ceria Kembali. Ku Tatap Mega Tiada Yang Hitam. Betapa Indah Hari Ini. Ku Menanti Seorang Kekasih. Yang Tercantik Yang Datang Di Hari Ini. Adakah Dia Kan Selalu S
64
Tak Biru Lautku
Hamparan Pasir Tampak Putih Berbuih. Kala Sisah Ombak Merayap. Hamparan Pasir Terasa Panas Menyengat. Ditelapak Kaki Yang Berkeringat. Camarcamar Hitam Terbang Rendah Melayang. Disekitar Perahu Nelaya
65
Guru Oemar Bakrie
Tas Hitam Dari Kulit Buaya. Selamat Pagi. Berkata Bapak Oemar Bakri. Ini Hari.i. Aku Rasa Kopi Nikmat Sekali. Tas Hitam Dari Kulit Buaya. Mari Kita Pergi. Memberi Pelajaran Ilmu. Pasti Itu. Murid Beng
66
Cemburu
Setiap Orang Berharap Hidupnya Lebih Baik. Dari Hari Ke Hari Dari Waktu Ke Waktu. Setiap Orang Tak Ingin Hidupnya Menderita. Tentu Saja Ingin Bahagia Tak Ingin Terhina. Tapi Mengapa. Begitu Banyak Yan
67
Tengkulak
Disebut Apa Orang Yang Semacam Dia. Menawarkan Jasa Lalu Meminta Sumbangan. Perlakuan Orang Kaya Mungkin Juga. Tengkulak Namanya Itu Pun Hanya Kataan. Kapankah Engkau Kan Menjadi Pahlawan. Menolong Um
68
P.h.k
Lelaki Renta Setengah Baya. Geram Di Trotoar Jalan. Saat Panas Tikam Kepala. Seorang Buruh Disingkirkan. Bising Mesin Menyulut Resah. Masih Bisa Engkau Pendam. Canda Anak Istri Di Rumah. Bangkitkan Ka
69
Suara Hati
Apa Kabar Suara Hati. Sudah Lama Baru Terdengar Lagi. Kemana Saja Suara Hati. Tanpa Kau Sepi Rasanya Hari. Kabar Buruk Apa Kabar Baik. Yang Kau Bawa Mudahmudahan Baik. Dengardengar Dunia Lapar. Lapar
70
Dongeng Sebelum Tidur
Jika Sepasang Monyet Tidur. Jadi Buyut Moyangku. Jika Buyut Moyangku Tidur. Jadi Kakek Dan Nenek Ku. Jika Kakek Dan Nenek Tidur. Jadi Ayah Dan Ibu. Dan Jika Ayah Dan Ibu Tidur. Jadi Sebiji Kepala Yait
71
Kabar Aroma Tanah
Halilintar Bersahutan. Yang Berhembus Rontokan Daun. Bel Angin Terus Berbunyi. Saling Menimpali Dengan Suara Air. Aku Petik Gitarku. Di Sore Hari Terrindu. Diantara Gemuruh. Masa Depan Yang Sibuk. Kab
72
Nak
. Jauh Jalan Yang. Harus Kau Tempuh. Mungkin Samar. Bahkan Mungkin Gelap. Tajam Kerikil. Setiap Saat Menunggu. Engkau Lewat. Dengan Kaki.tak Bersepatu. Duduk Sini Nak Dekat Pada Bapak. Jangan Kau Gang
73
Frustrasi
Generasiku. Banyak Yang Frustasi. Broken Home. Istilah Bulebule Luar Negeri. Mereka Muak.liat Papimami Bertengkar. Mereka Jiji Liat Papimami Selalu Keluar. Ada Urusan Yang Tak Masuk Diakal. Mami Sibuk
74
Rindu Tebal
Sewindu Sudah Lamanya Waktu. Tinggalkan Tanah Kelahiranku. Rinduku Tebal Kasih Yang Kekal. Detik Ke Detik Bertambah Tebal. Pagi Yang Ku Telusuri. Riuh Tak Bernyanyi. Malam Yang Aku Jalani. Sepi Tak Be
75
Entah
Entah Mengapa. Aku Tak Berdaya. Waktu Kau Bisikkan. Jangan Aku. Kau Tinggalkan. Tak Tahu Di Mana. Ada Getar Terasa. Waktu Kau Katakan. Ku Butuh Dekat Denganmu. Seperti Biasa. Aku Diam Tak Bicara. Hany
76
Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi
Raung Buldozer Gemuruh Pohon Tumbang. Berpadu Dengan Jerit Isi Rimba Raya. Tawa Kelakar Badutbadut Serakah. Tanpa Hph Berbuat Semaunya. Lestarikan Alam Hanya Celoteh Belaka. Lestarikan Alam Mengapa Ti
77
Berkacalah Jakarta
Langkahmu Cepat Seperti Terburu. Berlomba Dengan Waktu. Apa Yang Kau Cari Belumkah Kau Dapati. Di Angkuh Gedunggedung Tinggi. Riuh Pesta Pora Sahabat Sejati. Yang Hampir Selalu Saja Ada. Isyaratkan. E
78
Timur Tengah I
Chord Iwan Fals Timur Tengah 1. Ada Tanya Dalam Kepala. Waktu Lihat Muak Yang Hingar. Di Setiap Sudut. Ada Mati Di Balik Tembok. Waktu Timah Panas Mencabik. Hati Nurani. Merah Merah Merah Merah. Di La
79
Timur Tengah Ii
Chord Lagu Iwan Fals Timur Tengah 2. Tuhan Tolong Dengarkan. Nyanyian Pinggir Jalan. Malam Di Bawah Bulan. Dalam Waktu Yang Rawan. Marah Di Bawah Tanah. Di Langit Ada Merah. Menuju Satu Arah. Bakar. D
80
Berandal Malam Di Bangku Terminal
Sebentar Lagi Pagi Kan Datang. Walau Sang Bulan Malas Untuk Pulang. Dibangku Terminal Benakmu Bertanda. Gelisah Seorang Merasa Terbuang. Sedetik Ingatnya Seribu Angannya. Dambakan Malam Terus Berbinta