#
Chord Title
101
Pulanglah (Untuk Alm. Munir)
Padi Menguning Tinggal Dipanen. Bening Air Dari Gunung. Ada Juga Yang Kekeringan Karena Kemarau. Semilir Angin Perubahan. Langit Mendung Kemerahan. Pulanglah Kitari Lembah Pesawahan. Selamat Jalan Pah
102
Timur Tengah I
Chord Iwan Fals Timur Tengah 1. Ada Tanya Dalam Kepala. Waktu Lihat Muak Yang Hingar. Di Setiap Sudut. Ada Mati Di Balik Tembok. Waktu Timah Panas Mencabik. Hati Nurani. Merah Merah Merah Merah. Di La
103
Aku Antarkan
Aku Antar Kau Sore Pukul Lima. Laju Roda Dua Seperti Malas Tak Beringas. Langit Mulai Gelap Sebentar Lagi Malam. Namun Kau Harus Kembali. Tinggalkan Kota Ini. Saat Lampulampu Mulai Dinyalakan. Semakin
104
Patah
Tak Mudah Untukku. Melupakan Semua. Yang Pernah Terjadi. Kau Begitu Dalam. Tlah Tertanam Di Hati. Dan Hidupku. Ku Sesali Semua. Kehilangan Dirimu. Membuatku Tersadar. Apa Yang Harus. Aku Lakukan. Bila
105
Merdeka
Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Hatiku Merdeka. Pikiranku Merdeka. Hati Dan Pikiranku Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Dari Kebodohan. Dari Kemiskinan. Dari Ketakutan. Merdeka
106
Desa
Desa Harus Jadi Kekuatan Ekonomi. Agar Warganya Tak Hijrah Kekota. Sepinya Desa Adalah Modal Utama. Untuk Bekerja Dan Mengembangkan Diri. Walau Lahan Sudah Menjadi Milik Kota. Bukan Berarti Desa Lemah
107
Nak
. Jauh Jalan Yang. Harus Kau Tempuh. Mungkin Samar. Bahkan Mungkin Gelap. Tajam Kerikil. Setiap Saat Menunggu. Engkau Lewat. Dengan Kaki.tak Bersepatu. Duduk Sini Nak Dekat Pada Bapak. Jangan Kau Gang
108
Ya Ya, Oh Ya...!
Lagi Sebuah Kenyataan. Telah Kutemui. Dan Kini. Ku Hadapi. Di Malam Gelap Ini. Kebencian Dalam Hatiku. Yang Akrab Denganmu. Akhirnya. Menipuku. Hingga Lahirkan Rindu. Ya Ya Ya Oh Ya. Nafsuku Yang Memb
109
Sang Petualang
Laut Biru Begitu Lapang. Dan Gelombang Menghalau Bosan. Petualang Bergerak Tenang. Melihat Diri Untuk Pergi Lagi. Ya Sejenak. Hanya Sejenak. Ia Membelai. Semua Luka. Ya Sekejap. Hanya Sekejap. Ia Meri
110
Cemburu
Setiap Orang Berharap Hidupnya Lebih Baik. Dari Hari Ke Hari Dari Waktu Ke Waktu. Setiap Orang Tak Ingin Hidupnya Menderita. Tentu Saja Ingin Bahagia Tak Ingin Terhina. Tapi Mengapa. Begitu Banyak Yan
111
Kanjuruhan
Kanjuruhan. Kanjuruhan Banyak Ajarkan. Tentang Kebersamaan. Tentang Kepedulian. Bungabunga Yang Bermekaran. Disirami Airmata Dan Doadoa. Pergi Pergilah Kau Dengan Senang Hati. Tak Ada Yang Pernah Siap
112
Lekaslah Sembuh
Engkau Yang Selalu Tersenyum. Membuat Tenang Orang Yang Ada Di Dekatmu. Tubuhmu Meliuk Di Alunan Lagulagu. Jemari Hidupmu Mencabik Dalam Diam. Bertahun Sudah Engkau Lewati. Perjalanan Hidup Yang Penuh
113
Tengkulak
Disebut Apa Orang Yang Semacam Dia. Menawarkan Jasa Lalu Meminta Sumbangan. Perlakuan Orang Kaya Mungkin Juga. Tengkulak Namanya Itu Pun Hanya Kataan. Kapankah Engkau Kan Menjadi Pahlawan. Menolong Um
114
Sudah Berlalu
Mungkin Sudah Berlalu. Bersama Redup Senja. Kita Bukanlah Satu. Ku Tak Lagi Kau Puja. Kini. Tak Akan Lagi. Ku Harap Indah Mimpi. Bila Tak Lagi Kau Resapi. Cinta Hanya Tuk Dua Hati. Jangan Lagi Kau Uca
115
Tante Lisa
Di Rumah Megah Ada Seorang Nyonya. Ramping Bodinya. Lagaknya Centil Dan Tak Mau Kalah. Oleh Gadis Remaja. Melirik Matanya. Bila Melihat Pemuda. Yang Tampan Perkasa. Apalagi Dia Orang Kaya. Hey Tante L
116
Potret Panen Mimpi Wereng
. Panen Tiba Petani Desa. Memetik Harapan. Bocah Bocah Berlari Lincah. Dipematang Sawah. Padi Menguning Lambai Menjuntai Ramai Dituai. Riuh Berlagu Lesung Bertalu Irama Merdu. Senja Datang Mereka Pula
117
Di Mata Air Tidak Ada Air Mata
Memetik Gitar Dan Bernyanyi. Pada Waktu Tak Bertepi. Diatas Langit Dibawah Tanah. Di Hembus Angin Terseret Arus. Untuk Saudara Tercinta. Untuk Jiwa Yang Terluka. Dengar Lagu Suaraku Hilang. Sebab Hari
118
Entah
Entah Mengapa. Aku Tak Berdaya. Waktu Kau Bisikkan. Jangan Aku. Kau Tinggalkan. Tak Tahu Di Mana. Ada Getar Terasa. Waktu Kau Katakan. Ku Butuh Dekat Denganmu. Seperti Biasa. Aku Diam Tak Bicara. Hany
119
Awang Awang
Jika Kata Tak Lagi Bermakna. Lebih Baik Diam Saja. Jika Langkah Tak Lagi Bermata. Langkah Buta Terjang Saja. Jika Kata Tak Lagi Bermakna. Lebih Baik Diam Saja. Jika Langkah Tak Lagi Bermata. Langkah B
120
Senandung Lirih
Kau Wanita Terindah. Yang Pernah Kutaklukkan. Kau Kenapa Kau Pergi. Kenapa Kau Pergi. Kau Wanita Terhebat. Yang Pernah Memelukku. Kau Kenapa Kau Pergi. Kenapa Kau Pergi. Helai Udara Di Sekitarku. Sena