Chordyes

Iwan Fals

Guitar Chords & Lyrics by Iwan Fals — Browse the Complete Collection

184 chords available

All Chords (184)

Bung Hatta
Tuhan.terlalu Cepat Semua. Kau Panggil Satusatunya Yang Tersisa. Proklamator Tercinta. Jujur Lugu Dan Bijaksana. Mengerti Apa Yang Terlintas Dalam Jiwa. Rakyat Indonesia. Hujan Air Mata Dari Pelosok N
Berapa
Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seorang Lelaki. Tanpa Keluh Sigap Dia Berlari. Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seora
Untukmu Negeri
Perihnya Masih Terasa. Sakitnya Tak Terhingga. Nafsu Ingin Berkuasa. Sungguh Mahal Ongkosnya. Apapun Yang Kan Terjadi. Aku Tak Akan Lari. Apalagi Bersembunyi. Takkan Pernah Terjadi. Air Mata Darah Tel
Kuli Jalan
Derap Langkah. Dan Keringat Kuli Pembuat Jalan. Dengan Pengki. Ditangan Kiri Pacul Di Pundak Kanan. Dengus Nafasnya. Terdengar Bagai Suara Kereta. Keringat Mereka. Menyengat Aroma Penderitaan. Derap L
Semoga Kau Benar
Berbondongbondong Orang Cumbui Angan. Di Bibir Pelabuhan. Tinggalkan Tanah Lahir Desa Tercinta. Menuju Pulau Surga. Selamat Tinggal Semua. Bukan Aku Tak Cinta. Tiada Lagi Tersisa. Bahkan Mimpi Ku Bawa
Sapuku, Sapumu, Sapu Sapu
Tukang Sapu Kuli Pu Besar Jasamu. Oh Kawan. Dengan Sapu Ganyang Sampah Dan Debu. Tuk Sesuap Makan. Hari Panas Hari Hujan. Memang Tantangan. Siapa Bilang Bukan. Namun Tugas Tetap Jalan. Absen Gaji Mela
Sunatan Massal
Bukan Lantaran Kerjaan Brutal. Ujungnya Daging Harus Dipenggal. Di Bumi Insan Makin Berjejal. Hingga Terjadi Sunatan Massal. Tersenyum Ramah Si Bapak Mantri. Kerja Borongan Dapat Rejeki. Berbondongbon
Terminal
Update Terbaru. Hangatnya Matahari. Membakar Tapak Kaki. Siang Itu Di Sebuah. Terminal Yang Tak Rapi. Wajah Pejalan Kaki. Kusut Mengutuk Hari. Jarijari Kekar Kondektur. Genit Goda Daki. Dari Sebelah W
Satu Satu
Satu Satu. Daun Berguguran. Jatuh Ke Bumi. Dimakan Usia. Tak Terdengar Tangis Tak Terdengar Tawa. Redalah Reda. Satu Satu. Tunas Muda Bersemi. Mengisi Hidup. Gantikan Yang Tua. Tak Terdengar Tangis Ta
Kata Siapa Cinta Itu Menyakitkan?
Kata Siapa Cinta. Itu Menyakitkan. Kata Siapa Rindu. Itu Menyedihkan. Jika Terasa Sakit. Mungkin Bukan Cinta. Jika Terasa Pedih. Mungkin Bukan Rindu. Cinta Sejati Takkan. Membuatmu Terluka. Rindu Alam
Cinta Itu
Cinta Itu Mulia. Kasih Sayang Ada Di Dalamnya. Saling Memberi Saling Melayani. Saling Menyayangi Tidak Menyakiti. Lalu Lahirlah Kehidupan. Cinta Itu Sederhana. Nggak Nekoneko Ya Apa Adanya. Menerima S
Jendela Kelas 1
Iwan Fals Jendela Kelas Satu Chord. Duduk Dipojok Bangku. Deretan Belakang. Didalam Kelas Penuh Dengan Obrolan. Selalu Mengacau Laju. Khayalan. Dari Jendela Kelas Yang. Tak Ada Kacanya. Dari Sana Pula
Alasan
Satu Pengumuman. Buat Pemuda Dan Pemudi. Yang Tercinta Dan Tersayang. Bila Bapak Ibu Pergi. Ibu Pamit Arisan. Dan Bapak Pamit Rapat Kerja. Itu Tandanya Engkau Harus Waspada. Lebih Baik Kau Tegur Saja.
Pohon Untuk Kehidupan
. Hari Baru Datang Menjelang. Kehidupan Terus Berjalan. Pohonpohon Jadikan Teman. Kehidupan Agar Tak Berhenti. Bukalah Hatimu Rentangkan Tanganmu. Bumi Luas Terbentang. Satukan Hati Tanam Tak Henti. P
Galang Rambu Anarki
Galang Rambu Anarki Anakku. Lahir Awal Januari Menjelang Pemilu. Galang Rambu Anarki Dengarlah. Terompet Tahun Baru Menyambutmu. Galang Rambu Anarki Ingatlah. Tangisan Pertamamu Ditandai Bbm. Membumbu
Pulanglah
Padi Menguning Tinggal Dipanen. Bening Air Dari Gunung. Ada Juga Yang Kekeringan. Karena Kemarau. Semilir Angin Perubahan. Langit Mendung Kemerahan. Pulanglah Kitari Lembah Pesawahan. Selamat Jalan Pa
Cikal
Kerbau Di Kepalaku Ada Yang Suci. Kerbau Di Kepalamu Senang Bekerja. Kerbau Di Sini. Teman Petani. Ular Di Negara Maju Menjadi Sampah Nuklir. Ular Di Dalam Buku Menjadi Hiasan. Tatto. Ular Di Sini. Me
Lagu Satu (hidup)
Jalani Hidup. Tenang Tenang Tenanglah Seperti Karang. Sebab Persoalan. Bagai Gelombang. Tenanglah Tenang Tenanglah Sayang. Tak Pernah Malas. Persoalan Yang Datang Hantam Kita. Dan Kita Tak Mungkin. Un
Puisi Kota
Hujan Menangisi Kota Penuh Ilusi. Banyak Manusia Tapi Ku Sendiri. Terus Melangkah Terus Berjalan Kaki. Mungkin Hidup Ini Memang Begini. Bagai Puisi Mimpi Harus Dikejar. Tapi Kau Merasa Berlari Di Temp
Nyanyianmu
Kau Petik Gitar. Nyanyikan Lagu. Perlahan. Usap Hatiku. Terucap Janji. Ku Untukmu. Tenggelamku. Di Tembangmu. Tulikanlah Kedua. Telingaku. Butakanlah Kedua Bola Mataku. Agar Tak Kulihat Dan. Kudengar.