#
Chord Title
21
Bangunlah Putra Putri Pertiwi
Sinar Matamu Tajam Namun Ragu. Kokoh Sayapmu Semua Tahu. Tegap Tubuhmu Takkan Tergoyahkan. Kuat Jarimu Kala Mencengkeram. Bermacam Suku Yang Berbeda. Bersatu Dalam Cengkeramanmu. Angin Genit Mengelus
22
Barang Antik
Chord Iwan Fals Barang Antik. Berjalan Tersendat Diantara. Sedansedan Licin Mengkilat. Dengan Warna Pucat Dan Badan. Penuh Cacat Sedikit Berkarat. Hai Oplet Tua Dengan Bapak Supir Tua. Cari Penumpang
23
Belum Ada Judul
Pernah Kita Samasama Susah. Terperangkap Di Dingin Malam. Terjerumus Dalam Lubang Jalanan. Digilas Kaki Sang Waktu Yang Sombong. Terjerat Mimpi Yang Indah.lelah. Pernah Kita Samasama Rasakan. Panasnya
24
Bencana Alam
Sekian Manusia Resah Menatap. Wajah Sesamanya. Duka Karena Bencana. Petaka Menimpa Diri Dan Dalam. Hatinya Berkata. Besarkah Dosa Hamba. Menjelang Saat Ajal Daku Membayang. Gapai Tangan Minta. Tolong
25
Bento
Namaku Bento. Rumah Real Estate. Mobilku Banyak. Harta Melimpah. Orang Memanggilku Bos Eksekutif. Tokoh Papan Atas Atas Segalanya. Asik. Wajahku Ganteng Banyak Simpanan. Sekali Lirik Oke Sajalah. Bisn
26
Berandal Malam Di Bangku Terminal
Sebentar Lagi Pagi Kan Datang. Walau Sang Bulan Malas Untuk Pulang. Dibangku Terminal Benakmu Bertanda. Gelisah Seorang Merasa Terbuang. Sedetik Ingatnya Seribu Angannya. Dambakan Malam Terus Berbinta
27
Berapa
Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seorang Lelaki. Tanpa Keluh Sigap Dia Berlari. Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seora
28
Berkacalah Jakarta
Langkahmu Cepat Seperti Terburu. Berlomba Dengan Waktu. Apa Yang Kau Cari Belumkah Kau Dapati. Di Angkuh Gedunggedung Tinggi. Riuh Pesta Pora Sahabat Sejati. Yang Hampir Selalu Saja Ada. Isyaratkan. E
29
Bongkar
Kalau Cinta Sudah Dibuang. Jangan Harap Keadilan Akan Datang. Kesedihan Hanya Tontonan. Bagi Mereka Yang Diperkuda Jabatan. O O. Yao. Yao. Ya Bongkar. O O. Yao. Yao. Ya Bongkar. Sabar Sabar Sabar Dan
30
Buktikan
Katakata Berbisa Mulutmulut Berbusa. Janjijanji Bertebaran. Seperti Biasa Dari Atas Panggung Atas Nama Bangsa. Yang Mendengar Terpeona Bahkan Ada Yang Terkesima. Akupun Tergoda Untuk Mengikuti Apa Yan
31
Buku Ini Aku Pinjam
Dia Tahu Dia Rasa. Cinta Ini Milik Kita. Dikantin Depan Kelasku Disana Kenal Dirimu. Yang Kini Tersimpan Dihati Jalani Kisah Sembunyi. Di Halte Itu Kutunggu Senyum Manismu Kekasih. Usai Dentang Bel Se
32
Bung Hatta
Tuhan.terlalu Cepat Semua. Kau Panggil Satusatunya Yang Tersisa. Proklamator Tercinta. Jujur Lugu Dan Bijaksana. Mengerti Apa Yang Terlintas Dalam Jiwa. Rakyat Indonesia. Hujan Air Mata Dari Pelosok N
33
Bunga Terakhir
Kaulah Yang Pertama Menjadi Cinta. Tinggallah Kenangan. Berakhir Lewat Bunga. Seluruh Cintaku Untuknya. Bunga Terakhir. Kupersembahkan Kepada Yang Terindah. Sebagai Satu Tanda Cinta Untuknya. Bunga Te
34
Catatan Hati
Catatan Hati Telah Berganti. Hari Hari Sepi. Ketika Dia Yang Ku Cintai. Menabur Harapan Sunyi. Untaian Kata Yang Terukir. Dilorong Asmara. Menjadi Saksi Kita Berdua. Tentang Kita Yang Pernah Ada. Sing
35
Cemburu
Setiap Orang Berharap Hidupnya Lebih Baik. Dari Hari Ke Hari Dari Waktu Ke Waktu. Setiap Orang Tak Ingin Hidupnya Menderita. Tentu Saja Ingin Bahagia Tak Ingin Terhina. Tapi Mengapa. Begitu Banyak Yan
36
Cik
Cepat Kemari Calon Istriku. Ajarkan Aku Setiap Pagi. Cium Mesra Bibirmu. Larilah Dekap Tubuhku Erat. Otak Ku Buntu Aku Tak Tau. Hadapi Soal Serupa Itu. Nona Cantik Calon Istriku Tolonglah Aku. Ikat Ha
37
Cikal
Kerbau Di Kepalaku Ada Yang Suci. Kerbau Di Kepalamu Senang Bekerja. Kerbau Di Sini. Teman Petani. Ular Di Negara Maju Menjadi Sampah Nuklir. Ular Di Dalam Buku Menjadi Hiasan. Tatto. Ular Di Sini. Me
38
Cinta Itu
Cinta Itu Mulia. Kasih Sayang Ada Di Dalamnya. Saling Memberi Saling Melayani. Saling Menyayangi Tidak Menyakiti. Lalu Lahirlah Kehidupan. Cinta Itu Sederhana. Nggak Nekoneko Ya Apa Adanya. Menerima S
39
Dan Orde Paling Baru
Kkn Berkembang Biak Sampai Kelurahan. Banyak Orang Kehilangan Pegangan. Perlu Pemimpin Yang Demokratis Tapi Bertangan Besi. Kata Seorang Tokoh Yang Baru Sembuh Dari Sakit. Sementara Rakyat Tak Peduli
40
Demokrasi Nasi
Ada Lagi Sebuah Perkara. Tentang Nyawa Manusia. Kisah Ini Memang Sudah Lama. Tapi Benar Terjadi. Anak Seorang Menteri. Membuat Onar Lagi. Menembak Sampai Mati. Kok Nggak Ada Sangsi. Tentu Bukan Sesuai