#
Chord Title
21
Tante Lisa
Di Rumah Megah Ada Seorang Nyonya. Ramping Bodinya. Lagaknya Centil Dan Tak Mau Kalah. Oleh Gadis Remaja. Melirik Matanya. Bila Melihat Pemuda. Yang Tampan Perkasa. Apalagi Dia Orang Kaya. Hey Tante L
22
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
23
Tak Seimbang
Diam Ku Hanya Sanggup Terdiam. Di Saat Kau Menghilang. Menyimpan Seribu Kenangan. Terisakisak Suara Tangisku. Melawan Kenyataan. Habis Upayaku. Senyuman Terakhir Itu. Pecahkan Saraf Sadarku. Aku Harus
24
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Sudah Seharusnya Kita Harus Menghargai. Makanan Yang Sering Disiasiakan. Bahan Pangan Kita Cukup Banyak Dan Enak. Untuk Disajikan. Bisa Diolah Macammacam. Walau Nyatanya Masih Banyak. Yang Belum Terol
25
Tak Biru Lautku
Hamparan Pasir Tampak Putih Berbuih. Kala Sisah Ombak Merayap. Hamparan Pasir Terasa Panas Menyengat. Ditelapak Kaki Yang Berkeringat. Camarcamar Hitam Terbang Rendah Melayang. Disekitar Perahu Nelaya
26
Suhu
Kekerasan Ada Batasnya. Keluwesan Tak Ada Batasnya. Tak Ada Kudakuda. Yang Tak Bisa Dijatuhkan. Karena Itu Geseran Lebih Utama. Keunggulan Geseran. Terletak Pada Keseimbangan. Rahasia Keseimbangan Ada
27
Sugali
Sua Sua Sua Suara Berita. Tertulis Dalam Koran. Tentang Seorang Lelaki. Yang Sering Keluar Masuk Bui. Jadi Buronan Polisi. Dar Der Dor.suara Senapan. Sugali Anggap Petasan. Tiada Rasa Ketakutan. Punya
28
Suara Hati
Apa Kabar Suara Hati. Sudah Lama Baru Terdengar Lagi. Kemana Saja Suara Hati. Tanpa Kau Sepi Rasanya Hari. Kabar Buruk Apa Kabar Baik. Yang Kau Bawa Mudahmudahan Baik. Dengardengar Dunia Lapar. Lapar
29
Sore Tugu Pancoran
Si Budi Kecil. Kuyup Menggigil. Menahan Dingin. Tanpa Jas Hujan. Di Simpang Jalan. Tugu Pancoran. Tunggu Pembeli. Jajakan Koran. Menjelang Maghrib. Hujan Tak Reda. Si Budi Murung. Menghitung Laba. Sur
30
Songsonglah
Lepaslah.lepaslah Belenggu Ragu. Yang Membelit Hati. Langkahlah.melangkah Dengan Pasti. Menuju Gerbang Baru. Songsonglah.songsonglah Gelombang Waktu. Berenang Dengan Tenang. Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho Ho
31
Siang Seberang Istana
Seorang Anak Kecil Bertubuh Dekil. Tertidur Berbantal Sebelah Lengan. Berselimut Debu Jalanan. Rindang Pohon Jala Menunggu Lelah. Kawan Setia Sehabis Bekerja. Siang Di Seberang Sebuah Istana. Siang Di
32
Sesuatu Yang Tertunda
Disini Aku Sendiri. Menatap Relungrelung Hidup. Aku Merasa Hidupku. Tak Seperti Yang Ku Inginkan. Terhampar Begitu Banyak. Warna Kelam Sisi Hidupku. Seperti Yang Mereka Tau. Seperti Yang Mereka Tau. A
33
Serenade
Ku Datang Padamu. Ketika Anyelir Di Taman Masih. Berkerudung Embun. Di Ambang Malamku. Selaksa Kemelut Bermain Tanpa Terali. Khayalku Berarak. Ku Tawar Buatmu Mungkin Kau. Minat Menjamahnya. Di Bawah
34
Serdadu
Isi Kepala. Dibalik Topi Baja. Semua Serdadu. Pasti Tak Jauh Berbeda. Tak Peduli Perwira. Bintara Atau Tamtama. Tetap Tentara. Kata Berita. Gagah Perkasa. Apa Lagi Sedang. Kokang Senjata. Persetan Sia
35
Senandung Lirih
Kau Wanita Terindah. Yang Pernah Kutaklukkan. Kau Kenapa Kau Pergi. Kenapa Kau Pergi. Kau Wanita Terhebat. Yang Pernah Memelukku. Kau Kenapa Kau Pergi. Kenapa Kau Pergi. Helai Udara Di Sekitarku. Sena
36
Semoga Kau Tak Tuli Tuhan
Begitu Halus Tutur Katamu. Seolah Lagu Termerdu. Begitu Indah Bungabungamu. Diatas Karya Sulam Itu. Tampilkan Kebajikan Seorang Ibu. Dengarlah Detak Jantung Benihku. Yang Ku Tanam Di Rahim Mu. Seakan
37
Selamat Tinggal Malam
Slamat Tinggal Malam.yang Hitam.antar Aku Pergi.ikhlaskan. Lama Memang. Kita Berteman. Tempuh Jalan. Yang Kelam. Terima Kasih Malam.yang Hitam.banyak Kau Ajarkan.padaku. Sgala Dosa.sgala Luka. Sgala C
38
Satu-Satunya
Haruskah Aku Bertekuk Lutut. Memohon Kau Terima Diriku. Kalau Perlu Kau Belah Dadaku. Agar Kau Tahu Isi Dalam Hatiku. Karena Hatiku Mengatakan Kamu. Yang Paling Mengerti. Diantara Yang Mengerti. Dan H
39
Sarjana Muda
Berjalan Seorang Pria Muda. Dengan Jaket Lusuh Dipundaknya. Di Sela Bibir Tampak Mengering. Terselip Sebatang Rumput Liar. Jelas Menatap Awan Berarak. Wajah Murung Semakin Terlihat. Dengan Langkah Gon
40
Sapuku, Sapumu, Sapu Sapu
Tukang Sapu Kuli Pu Besar Jasamu. Oh Kawan. Dengan Sapu Ganyang Sampah Dan Debu. Tuk Sesuap Makan. Hari Panas Hari Hujan. Memang Tantangan. Siapa Bilang Bukan. Namun Tugas Tetap Jalan. Absen Gaji Mela