#
Tên Bài hát
1
Teman Kawanku Punya Teman
Kawanku Punya Teman. Temannya Punya Kawan. Mahasiswa Terakhir Fakultas Dodol. Lagaknya Bak Professor. Pemikir Jempolan. Selintas Seperti Sibuk Mencari. Bahan Skripsi. Kacamata Tebal Maklum Kutu Buku.
2
Adzan Subuh Masih Di Telinga
Ketika Fajar Menjelang. Terlihat Dia Melangkah Enggan. Seirama Dengan Dendang Subuh. Yang Singgah Dihati Keruh. Sempit Jalan Berdesak Bangunan. Memandang Sinis Mendakwa Bengis. Perempuan Satu Dan Hita
3
Yang Terlupakan
Denting Piano. Kala Jemari Menari. Nada Merambat Pelan. Dikesunyian Malam. Saat Datang Rintik Hujan. Bersama Sebuah Bayang. Yang Pernah Terlupakan. Hati Kecil Berbisik. Untuk Kembali Padanya. Seribu K
4
Untuk Bram
Panjipanji Putihputih. Berkibar Setengah Tiang. Burungburung Merpati. Menebarkan Melati. Lampu Suci Dinyalakan. Dalang Tua Berdoa. Ooh Ooo. Wayang Kayon Diletakkan. Lakon Mulai Dilakukan. Rahasia Dibe
5
17 Juli 1996
Gonjangganjing Gonggongan Anjing. Anjing Herder Sampai Anjing Peking. Darderdor Otak Digedor. Dengan Pelor Hati Diteror. Oh Ooh. Ooh. Oh Oh.ooh. Ngeles. Sassissus Dengar Desasdesus. Banyak Kasus Bikin
6
Suara Hati
Apa Kabar Suara Hati. Sudah Lama Baru Terdengar Lagi. Kemana Saja Suara Hati. Tanpa Kau Sepi Rasanya Hari. Kabar Buruk Apa Kabar Baik. Yang Kau Bawa Mudahmudahan Baik. Dengardengar Dunia Lapar. Lapar
7
Demokrasi Nasi
Ada Lagi Sebuah Perkara. Tentang Nyawa Manusia. Kisah Ini Memang Sudah Lama. Tapi Benar Terjadi. Anak Seorang Menteri. Membuat Onar Lagi. Menembak Sampai Mati. Kok Nggak Ada Sangsi. Tentu Bukan Sesuai
8
Yang Terlupakan
Denting Piano. Kala Jemari Menari. Nada Merambat Pelan. Dikesunyian Malam. Saat Datang Rintik Hujan. Bersama Sebuah Bayang. Yang Pernah Terlupakan. Hati Kecil Berbisik. Untuk Kembali Padanya. Seribu K
9
Ujung Aspal Pondok Gede
Di Kamar Ini Aku Dilahirkan. Di Balai Bambu Buah Tangan Bapakku. Di Rumah Ini Aku Dibesarkan. Di Belai Mesra Lentik Jari Ibu. Nama Dusunku Ujung Aspal Pondok Gede. Rimbun Dan Anggun Ramah Senyum Pengh
10
Para Tentara
Para Tentara Jangan Pukul Kami. Kami Tak Kuat Menahan Rasa Sakit. Kami Di Sini Atas Dasar Nurani. Atas Dasar Akal Sehat Kami. Yang Terus Menjerit. Ingin Berbuat. Para Tentara Jangan Siksa Teman Kami.
11
Negeri Kaya
Negeri Ini Memang Kaya. Kaya Orangnya Kaya Binatangnya. Kaya Alamnya Kaya Budayanya. Negeri Ini Memang Kaya. Kaya Pejabatnya Kaya Penjahatnya. Kaya Idenya Kaya Sejarahnya. Negeri Ini Memang Kaya. Hey
12
Jangan Bicara
Jangan Bicara. Soal Idealisme. Mari Bicara. Berapa Banyak Uang. Di Kantong Kita. Atau Berapa Dasyatnya Ancaman. Yang Membuat Kita Terpaksa Onani. Jangan Bicara. Soal Nasionalisme. Mari Bicara. Tentang
13
Pak Tua
Aa. Aa. Aa. Kamu Yang Sudah Tua. Apa Kabarmu. Katanya Baru Sembuh. Katanya Sakit. Jantung Ginjal Dan En Cok. Sedikit Sarap. Hatihati Pak Tua Istirahatlah. Diluar Banyak Angin. Kamu Yang Murah Senyum.
14
Matahari Bulan Dan Bintang
Aku Sedang Susah. Perang Saudara Di Depan Mata. Sana Teman Sini Kawan. Korban Sudah Berjatuhan. Dimana Tempatkan Diri. Banyak Orang Yang Kehilangan Diri. Wakil Rakyatnya Malah Dagelan. Sedangkan Para
15
Perjalanan Waktu
Pagi Telah Datang Matahari Datang. Jelata Lewati Hari. Bersetubuh Dengan Waktu. Wajah Wajah Legam Matanya Membara. Membakar Bayangan Palsu. Peti Mati Diatas Langit. Oh Mereka Dihantam Kenyataan. Oh Me
16
Berapa
Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seorang Lelaki. Tanpa Keluh Sigap Dia Berlari. Berapa Jauh Seorang Lelaki. Tempuh Jarak Lalu Jalan Mendaki. Berapa Cepat Seora
17
Semoga Kau Tak Tuli Tuhan
Begitu Halus Tutur Katamu. Seolah Lagu Termerdu. Begitu Indah Bungabungamu. Diatas Karya Sulam Itu. Tampilkan Kebajikan Seorang Ibu. Dengarlah Detak Jantung Benihku. Yang Ku Tanam Di Rahim Mu. Seakan
18
Kata Siapa Cinta Itu Menyakitkan?
Kata Siapa Cinta. Itu Menyakitkan. Kata Siapa Rindu. Itu Menyedihkan. Jika Terasa Sakit. Mungkin Bukan Cinta. Jika Terasa Pedih. Mungkin Bukan Rindu. Cinta Sejati Takkan. Membuatmu Terluka. Rindu Alam
19
Kemesraan
Suatu Hari. Dikala Kita Duduk Ditepi Pantai. Dan Memandang. Ombak Dilautan Yang. Kian Menepi. Burung Camar. Terbang Bermain. Diderunya Air. Suara Alam Ini. Hangatkan Jiwa Kita. Sementara. Sinar Surya
20
Bung Hatta
Tuhan.terlalu Cepat Semua. Kau Panggil Satusatunya Yang Tersisa. Proklamator Tercinta. Jujur Lugu Dan Bijaksana. Mengerti Apa Yang Terlintas Dalam Jiwa. Rakyat Indonesia. Hujan Air Mata Dari Pelosok N