Chordyes

Pance Pondaag

Guitar Chords & Lyrics by Pance Pondaag — Browse the Complete Collection

55 chords available

All Chords (55)

Sampai Kapan Lagi
Sampai Kapan Kau Harus. Menyusuri Hitamnya Malam. Sampai Kapan Lagi. Kau Akan Terus Begini. Oh. Pernahkah Kau Renungkan. Begitu Hitamnya Hidupmu. Aku Tak Pernah Rela. Melihatmu Di Sana. Kau. Tak Perna
Jangan Pernah Ragukan
Jangan Pernah. Kau Ragukan. Kesetiaanku Padamu. Walau Sikapku. Hanyalah Biasa Saja. Memang Begitu Sifat. Pribadiku. Jangan Pernah. Kau Sangsikan. Ketulusan Hati Ini. Walau Tak Pernah. Aku Berkata Saya
Masihkah Mungkin
Setulus Hati Ingin Kutanya. Pada Dirimu. Masihkah Mungkin Kita Berdua. Satu Perahu. Masihkah Mungkin Terbuka Lagi. Pintu Hatimu. Siang Dan Malam Aku Berdoa. Aku Meminta. Sepahit Apa Akan Kucoba. Mener
Masih Ada
Kapankah Kapan Lagi. Kita Saling Bermanja. Kapankah Lagi. Kau Ada Di Sini. Bersamaku Slalu. Siang Malam Kau Kutunggu. Di Tempat Yang Dulu Itu. Ingatkah Kepadaku. Ingatkah Saat Itu. Keringlah Sudah. Ai
Rindu Di Hatinya
Masihkah Kau Ingat. Dia Yang Dulu Pernah Kau Sayang. Rindu Rindu Rindu Di Hatinya. Menunggumu. Masihkah Kau Ingat. Semua Yang Pernah Kau Ucapkan. Janji Janji Janji Tentang Cinta. Untuknya. Oh Oh. Mili
Senada Dalam Symphoni
Symphony Yang Kau Dengar Sendu. Diantara Gerimis Malam. Mengalun Pilu. Senada Rinduku. Begitu Sunyi Di Saat Ini. Disini Aku Pun Sendiri. Tanpamu Belahan Jiwaku. Oh Angin Malam. Bisikan Padanya. Sampai
Di Mata Tuhan Semuanya Sama
Sebenarnya Kita Menyadari. Bahwa Keyakinan Hanyalah Satu. Pada Dia. Yang Kuasa. Yang Menciptakan Kehidupan Kita Ini. Di Mata Tuhan Semua Sama. Tiada Satu Yang Lebih Dari Yang Lain. Kita Hanya. Sementa
Mutiaraku
Engkaulah Mutiara.ku. Tempat Curahan Kasih Sayangku. Engkau Mahligai Cinta.ku. Tempat Pengharapan Yang Terakhir. Dalam Hatiku. Berdoa Slalu. Semoga. Kekal. Abadi. Cintamu. Cintaku. Milikmu Jua. Sehidu
Diam Bukan Tak Cinta
Mungkin Tak Pernah. Kau Menyadari. Perasaanku. Mungkin Tak Pernah. Kau Menyadari. Kehadiranku. Sekian Lama. Kau Kukagumi. Dengan Caraku. Sekian Lama. Aku Menunggu. Dirimu. Aku Diam Bukan Karena Tak Ma
Jelita
Tersenyum. Tersipu Malu. Begitu Sikapmu. Saat Kita Berdua. Masih Duduk Di Sana. Jelita. Di Hati Ini. Rindu Tlah Terukir. Kuingin. Kau Hanya Milikku. Ingin Kubelai Hatimu. Menyayangmu Selamanya. Namun
Kau Telah Berdua
Ternyata Engkau Telah Berdua. Ternyata Kau Kini Bahagia. Baru Ku Sadari Selama Ini. Kau Hanya Milikku Dalam Mimpi. Disini Didalam Hati Ini. Doa Ku Ikhlas Untuk Dirimu. Tiada Yang Salah Kita Berdua. Mu
Mungkin Kau Sengaja
Mungkinkah Sengaja. Kau Lupa. Aku Yang Dulu Kau. Sayang. Teganya Dirimu. Sakitnya Hatiku. Ini. Betapa Sayangku. Padamu. Betapa Tulus Cintaku. Tapi Kau Sengaja. Menyakiti Hati. Ini. Mengapa. Kau Sayang
Kau Dan Aku Menyatu
Angin Malam. Bisikkan Kepadanya. Tentang Rasa Rinduku. Serta Rasa Hatiku. Tak Ingin Ku Sendiri. Menyendiri Di Sini. Bisikkan. Angin Malam. Tanyakan Kepadanya. Masih Adakah Rindu. Terukir Di Hatinya. M
Begitu Sudah Aku Memahami
Sekian Lama Kau Tutup Pintu Hatimu. Sekian Lamanya Sudah Kau Menyendiri. Kutahu. Dan Kusadari. Luka Hatimu. Kau Pernah. Kecewa. Karena Dirinya. Oh. Mengapa. Air Matamu. Masih Saja. Terurai. Di Pipimu.
Kucari Jalan Terbaik
Sepanjang Kita Masih Terus Begini. Takkan Pernah Ada Damai Bersenandung. Kemesraan Antara Kita Berdua. Sesungguhnya Keterpaksaan Saja. Senyum Dan Tawa Hanya Sekedar Saja. Sebagai Pelengkap Sempurnanya