#
Chord Title
1
Yang Terlupakan
Denting Piano. Kala Jemari Menari. Nada Merambat Pelan. Dikesunyian Malam. Saat Datang Rintik Hujan. Bersama Sebuah Bayang. Yang Pernah Terlupakan. Hati Kecil Berbisik. Untuk Kembali Padanya. Seribu K
2
Adzan Subuh Masih Di Telinga
Ketika Fajar Menjelang. Terlihat Dia Melangkah Enggan. Seirama Dengan Dendang Subuh. Yang Singgah Dihati Keruh. Sempit Jalan Berdesak Bangunan. Memandang Sinis Mendakwa Bengis. Perempuan Satu Dan Hita
3
Yang Terlupakan
Denting Piano. Kala Jemari Menari. Nada Merambat Pelan. Dikesunyian Malam. Saat Datang Rintik Hujan. Bersama Sebuah Bayang. Yang Pernah Terlupakan. Hati Kecil Berbisik. Untuk Kembali Padanya. Seribu K
4
Ujung Aspal Pondok Gede
Di Kamar Ini Aku Dilahirkan. Di Balai Bambu Buah Tangan Bapakku. Di Rumah Ini Aku Dibesarkan. Di Belai Mesra Lentik Jari Ibu. Nama Dusunku Ujung Aspal Pondok Gede. Rimbun Dan Anggun Ramah Senyum Pengh
5
Semoga Kau Tak Tuli Tuhan
Begitu Halus Tutur Katamu. Seolah Lagu Termerdu. Begitu Indah Bungabungamu. Diatas Karya Sulam Itu. Tampilkan Kebajikan Seorang Ibu. Dengarlah Detak Jantung Benihku. Yang Ku Tanam Di Rahim Mu. Seakan
6
Terminal
Hangatnya Matahari. Membakar Tapak Kaki. Siang Itu Di Sebuah. Terminal Yang Tak Rapi. Wajah Pejalan Kaki. Kusut Mengutuk Hari. Jarijari Kekar Kondektur. Genit Goda Daki. Dari Sebelah Warung. Sebuah Wc
7
Sapuku, Sapumu, Sapu Sapu
Tukang Sapu Kuli Pu Besar Jasamu. Oh Kawan. Dengan Sapu Ganyang Sampah Dan Debu. Tuk Sesuap Makan. Hari Panas Hari Hujan. Memang Tantangan. Siapa Bilang Bukan. Namun Tugas Tetap Jalan. Absen Gaji Mela
8
Tak Kenal Maka Tak Sayang
Sudah Seharusnya Kita Harus Menghargai. Makanan Yang Sering Disiasiakan. Bahan Pangan Kita Cukup Banyak Dan Enak. Untuk Disajikan. Bisa Diolah Macammacam. Walau Nyatanya Masih Banyak. Yang Belum Terol
9
Bunga Terakhir
Kaulah Yang Pertama Menjadi Cinta. Tinggallah Kenangan. Berakhir Lewat Bunga. Seluruh Cintaku Untuknya. Bunga Terakhir. Kupersembahkan Kepada Yang Terindah. Sebagai Satu Tanda Cinta Untuknya. Bunga Te
10
Lonteku
.2X. Hembusan Angin Malam Waktu Itu. Bawa Lariku Dalam Dekapanmu. Kau Usap Luka Di Sekujur Tubuh Ini. Sembunyilah Sembunyi. Ucapmu. Nampak Jelas Rasa Takut Diwajahmu. Saat Petugas Datang Mencariku. Lo
11
Sore Tugu Pancoran
Si Budi Kecil. Kuyup Menggigil. Menahan Dingin. Tanpa Jas Hujan. Di Simpang Jalan. Tugu Pancoran. Tunggu Pembeli. Jajakan Koran. Menjelang Maghrib. Hujan Tak Reda. Si Budi Murung. Menghitung Laba. Sur
12
Libur Kecil Kaum Kusam
Nikmat Kau Hisap Asap Tembakau. Di Bangku Rumah Kontrakan. Sore Selesai Kerja Sehari. Tunggu Istri Berdandan. Janji Pergi Berkencan. Tak Kalah Dengan Orang Gedean. Dalam Rasakan Senang. Walau Lembaran
13
Pohon Untuk Kehidupan
. Hari Baru Datang Menjelang. Kehidupan Terus Berjalan. Pohonpohon Jadikan Teman. Kehidupan Agar Tak Berhenti. Bukalah Hatimu Rentangkan Tanganmu. Bumi Luas Terbentang. Satukan Hati Tanam Tak Henti. P
14
Para Tentara
Para Tentara Jangan Pukul Kami. Kami Tak Kuat Menahan Rasa Sakit. Kami Di Sini Atas Dasar Nurani. Atas Dasar Akal Sehat Kami. Yang Terus Menjerit. Ingin Berbuat. Para Tentara Jangan Siksa Teman Kami.
15
Teman Kawanku Punya Teman
Kawanku Punya Teman. Temannya Punya Kawan. Mahasiswa Terakhir Fakultas Dodol. Lagaknya Bak Professor. Pemikir Jempolan. Selintas Seperti Sibuk Mencari. Bahan Skripsi. Kacamata Tebal Maklum Kutu Buku.
16
Oemar Bakri
Tas Hitam Dari Kulit Buaya. Selamat Pagi. Berkata Bapak Oemar Bakri. Ini Hari Hi. Aku Rasa Kopi Nikmat Sekali. Tas Hitam Dari Kulit Bua Ya. Mari Kita Pergi. Memberi Pelajaran Ilmu Pasti. Itu Murid Ben
17
Nyatakan Saja
Nyatakan Saja.apa Yang Terasa. Walau Pahit Biasanya. Jangan Disimpan Jangan Dipendam. Merdekakan Jiwa.bersuaralah Kawan. Bagai Ombak Dilautan. Pasti Lega Hatimu. Jangan Lagi Ragu. Walau Diam Adalah Em
18
Ibu Pertiwi
Kulihat Ibu Pertiwi. Sedang Bersusah Hati. Air Matanya Berlinang. Mas Intannya Terkenang. Hutan Gunung Sawah Lautan. Simpanan Kekayaan. Kini Ibu Sedang Lara. Merintih Dan Berdoa. Kulihat Ibu Pertiwi.
19
Pelaut
Luasnya Tak Terhingga. Angin Bahkan Badai Adalah Temannya. Gemuruh Ombak Nyanyiannya. Tuk Hidup Yang Harus Diperjuangkan. Berhari Berbulan Dan Tahun. Ungkapkan Hati Pada Samudera. Amanah Ini Sudah Sur
20
3 Bulan
Tiga Bulan Lamanya Kau Dalam Penjara. Teman. Seratus Butir Telur Ayam Di Pasar. Hilang Engkau Ganyang. Palu Keras Bapak Hakim Berbunyi Tegas. Terbayang. Bibir Sumbing Gigi Rompal Dapat Kupastikan. Mal