#
Chord Title
61
Panen Telah Datang
Sekuntum. Petani Di Sawah. Sedang. Memetik Padi. Kadang Berdiri Kadang Membungkuk. Memakai Topi Lebar. Keringat Jatuh. Kaki Berlumpur. Mereka Memetik Terus. Karna Seribu Padi Yang Kuning. Menanti Untu
62
Parodi Saridin
Oh Sari.din Coba Dengarkan. Oh Sari.din Coba Simak Dan Rasa.kan. Suara Gemuruh Pembangunan. Oh Sari.din Enam Pelita. Oh Sari.din Cahaya Telah Menya.la. Tapi Kau Ketlingsut Dimana. Kamu Keselip Dan Hil
63
Pedalaman
Di Sini Mereka. Bersimbah Lumpur Dan Keringat. Di Sini Mereka. Damai Di Dalam Sepi. Alam Bagi Mereka. Adalah Sahabat Lama. Aku Yang Terjebak. Oleh Ambisi Kehidupan. Ketika Ku Lihat. Kehidupan Mereka.
64
Peganglah Aku Kutangkap Hatimu
Bagai Hujan Yang Turun. Di Tanah Yang Gersang. Kau Basahi Hatiku. Dengan Cintamu. Kemarau Panjang. Di Dalam Dadaku. Kini Berbunga Kembali. Malammalamku Kini. Penuh Rembulan. Senyummu Menepiskan. Kabut
65
Pengemis
Lorong Yang Sempit. Tergenang Lumpur Serta Air. Hiasan Lumut Di Dinding. Suramkan Lingkungan. Kelantang Kokok Ayam. Dan Remangnya Dini Hari. Kecipak Air. Dan Lumpur Sedingin Langkahku. Tongkat Setia Y
66
Perahu Retak
Perahu Negeriku. Perahu Bangsaku. Menyusuri Gelombang. Semangat Rakyatku. Kibar Benderaku. Menyeruak Lautan. Langit Membentang. Cakrawala Di Depan. Melambaikan Tantangan. Di Atas Tanahku. Dari Dalam A
67
Perempuan Itu Datang, Berdiri Di Sampingku
Perempuan Itu Datang Berdiri Di Sampingku. Perempuan Itu Diam Pandang Kedua Mataku. Perempuan Itu Mengangguk. Mengerti Bahasaku. Perempuan Itu Ku Takut Getar Bulu Matanya. Perempuan Itu Diam Pandang K
68
Perjalanan
Dengan Kereta Malam Kupulang Sendiri. Mengikuti Rasa Rindu. Pada Kampung Halamanku. Pada Ayah Yang Menunggu. Pada Ibu Yang Mengasihiku. Duduk Di Hadapanku Seorang Ibu. Dengan Wajah Sendu Sendu Kelabu.
69
Rumah Kecil Di Pinggir Sungai
Kemana Pun Aku Meman.dang. Di Sekitar Rumahku. Di Dekat Sungai. Cuaca. Redup Melarutkan. Segala Beban. Bila Harihari Yang Me.ngalir. Bagai Dedaunan Gugur. Hanyut Di Sungai. Dalam Hening Aku Coba Tentr
70
Sejoli Burung Dara
Dudu Dudu Dudu. Dudu Dudu Dududu. Sejoli Burung Dara. Tak Terbang Lagi. Sayapnya Terkunci. Jagungnya Habis. Mereka Bercinta. Paruhnya Luka. Kini Anaknya. Terbang Sendiri. Jatuh Di Rimba. Tak Pergi Lag
71
Semusim Sekali
Senda Gurau Gadis Tani. Kicau Burung Yang Bernyanyi. Pada Musim Petik Buah. Di Gunung Jadi Riang Dan Berseri. Sehari Hari Riang Dan Berseri Berseri. Menyambut Panen Datang Semusim Sekali. Yang Sedang
72
Seorang Pelaut
Oh Betapa Sedihnya. Hidup Sebagai Pelaut. Berbagai Suka Dan Dukanya. Tiada Orang Yang Tahu. Oh Betapa Sedihnya. Hidup Sebagai Pelaut. Yang Dicintainya Ditinggalkan. Pelaut Yang Rindu Kebahagiaan. Diri
73
Seperti Mata Air Kehilangan Sungai
Meskipun Kau Tak Pernah Ke Desa. Padipadi Terus Tumbuh. Meskipun Kau Tak Pernah Ke Kota. Orangorang Terus Gelisah. Di Desa Dikota Tumbuh Dan Gelisah. Seperti Kembang Dalam Belukar. Seperti Mata Air Ke
74
Seruling Gembala
Sering Aku Dendangkan Lagu Ini. Di Tengahtengah Galaunya Kehidupan. Tempatku Melangkah. Aku Coba Memandang Jejak Kakiku. Terasa Saratnya Beban Kehidupan. Aku Berjalan. Dengan Kaki Terluka. Angin Yang
75
Sesambating Manah
Sintensinten Kang Kerso Mirengaken. Lelakoning. Tanah Nuswantoro. Tumindhak. Olo Manunggil Rogo. Kabecikan. Sami Pun Selai. Duh Pengeran. Nyuwun Gung Pangaksami. Dumateng Po.ro Pamong Negari. Kathah P
76
Suara Dari Kemiskinan
Aku Adalah Papua. Aku Adalah Maluku. Akulah Nusa Tenggara. Akulah Sulawesi. Suara Dari Kemiskinan. Yang Tak Pernah Berujung. Semenjak Republik Ini Berdiri. Tanah Kami Tanah Kaya. Laut Kami Laut Kaya.
77
Sumirah
Suara Krincing Merjan. Kakikaki Dihentakkan. Ada Senyum Nakal Lirik Mata Penari. Goyang Pinggul. Bahu Semarak Malam. Usai Panenan. Oo.oo. Jaipong. Di Dalam Lingkaran. Jaipong. Di Petak Sawah. Jaipong.
78
Surat Dari Desa
Hey. Petani Tua. Aku Sengaja Ingin Bertanya. Di Manakah Kini Anakanak Gembalamu. Yang Dulu Sering Menyanyikan Lagu Merdu. Di Manakah Kini Anakanak Gembalamu. Yang Dulu Sering Menyanyikan Lagu. Yang Me
79
Tak Kunjung Datang
Aku Nantikan Kami Rindukan. Telinga Yang Mendengarkan. Hati Yang Mengerti. Di Negeri Ini. Berpuluh Tahun Terasa Ngungun. Kami Mencari Dan Bingung. Pemimpin Yang Paham. Dan Melapangkan. Tak Kunjung Dat
80
Terminal
Hangatnya Matahari Membakar Tapak Kaki. Siang Itu Disebuah Terminal Yang Tak Rapi. Wajah Pejalan Kaki Kusut Mengutuk Hari. Jarijari Kekar Kondektur Genit Goda Daki. Dari Sebelah Warung Sebuah Wc Umum.