Chordyes

Franky Sahilatua

Guitar Chords & Lyrics by Franky Sahilatua — Browse the Complete Collection

77 chords available

All Chords (77)

Dewi Rindu
Mungkinkah Kasihmu Selalu. Berseri Di Sepanjang Waktu. Bila Ku Dengar. Kata Hatiku. Kasih Mesraku. Kepadamu. Maukah Dikau Menemani. Walau Hanya Di Dalam Hati. Bila Ku Pergi. Untuk Mencari. Bunga Abadi
Di Antara Beton-beton Dinding Dingin
Kau Tahu Di Sana Menungguku Kembali. Membawa Upah Kerja Seharihari. Ransel Di Punggung Rambutan Di Tangan. Ku Pulang Ke Rumah Cintamu. Jadi Kuli Bangunan. Di Proyek Gedung Bertingkat. Menggantikan Bap
Di Atas Viaduct Cikapundung
Bandung Esok Aku Kan Kembali. Dengan Segenap Kasih Di Tangan. Bandung Kau Dengar Suara Jiwaku. Gemetar Di Dalam Lagu. Dulu Di Viaduct Cikapundung. Seorang Dara Duduk Termenung. Menghanyutkan Kepingkep
Di Balik Kaca Jendela
Ketika Hujan Datang. Meninggalkan Kemarau. Biarkan Langkahmu. Meninggalkan Diriku. Aku Hanya Berdiri. Memandang Jejak Langkahmu. Meski Hujan Datang. Membasah Wajahku. Jangan Lagi Kau Berdiri. Di Balik
Di Dermaga Kayu
Burungburung Camar. Masih Seperti Dulu. Bermain Di Air. Di Dermaga Kayu. Buihbuih Menghempas. Seperti Dulu. Di Sini Ku Kembali. Menangkap Kenangan. Meski Kau Tlah Tiada. Bayangan Wajahmu Begitu Menyat
Di Kedai-Kedai
Orang Berbisik Di Kedaikedai. Tentang Harapan Yang Semakin Jauh. Karena Suara Tabu Terdengar. Karena Suara Hanya Mengusik. Kesunyian. Orang Berbisik Di Kedaikedai. Mereka Mengeluh Kepada Sunyi. Wajahw
Di Ladang Bunga
Kawan Lihatlah. Di Ujung Perkampungan. Perempuan Desa Beriringan. Di Desa Yang Bersemi. Warnawarna Indah. Rebah Di Ladang Bunga. Ada Perempuan Tersenyum. Berjalan Menggenggam Bunga. Ada Yang Sedang Be
Duka Aceh
Dengarkan Mereka Yang Menangis. Oleh Bencana Kehendak Alam. Hilang Sanak Hilang Harta. Bencana Negeri Tak Kunjung Henti. Bersihkan Hati Yang Penuh Debu. Kita Semua Bersaudara. Duka Aceh. Duka Bangsa.
Hitam Putih Negri
Tlah Berubahkah Kehidupan Ini. Tlah Berubahkah. Negeri Ini. Di Mana. Damai. Tlah Berubahkah Kehidupan Ini. Tlah Berubahkah. Negeri Ini. Di Mana. Damai. Kebencian Apa. Di Hatimu. Amarah Apa. Di Dadamu.
Jendral Soedirman
Dalam Sakit Di Atas Tandu. Tidur Di Gubukgubuk Kecil. Gerilya Dengan Bara Di Ha Ti. Susuri Desa Dan Kotakota. Kelompok Kecil Atur Rencana. Lawan Penjajah Dan Penindasan. Semangat Juang Ia Tiupkan. Ter
Kemarin
Chord Naik 1 Fret. Kemarin. Kita Bertemu. Setelah Perpisahan Itu. Hati Terasa Bergetar. Kembali. Memang. Ku Akui. Sungguh Dalam Kehadiranmu. Pedihku Masih Terasa. Di Dada. Aku Tak Dapat Menahan Cembur
Kepada Angin Dan Burung Burung
Kepada Angin Dan Burungburung. Matahari Bernyanyi. Tentang Daun Dan Embun Jatuh. Sebelum Langit Terbuka. Kepada Angin Dan Burungburung. Kunyanyikan Lagu Ini. Tentang Asmara Yang Biru. Yang Mewarnai Lu
Keroncong Belasungkawa
Ini Keroncong. Ini Keroncong Belasungkawa. Dari Desa. Desa Di Tanah Jawa. Nyanyian Jiwa Para Warga. Setiap Hari Didendang Orang. Malam. Terdengar Sayup Di Muka Pintu. Ini Keroncong. Ini Keroncong Bert
Keroncong Ibu Pertiwi
Alam Yang Hijau. Di Jauh Pandang. Dilukis Musim Daun Dan Angin. Ibu Pertiwi. Di Anganangan. Bersama Sungai Kehidupan Mengalir. Di Timur Matahari Membuka Pagi. Dan Langit Pun Membagikan Cahayanya. Ibu
Kisah Hidup
Hidup. Oh. Hidup. Kata Itu Begitu Indah. Dia Bisa Buat Kisah. Kisah Tentang Hidup. Aku. Yah Aku. Juga Pelaku Kisah Hidup. Tertawa Lalu Bersedih. Di Dalam Hidup Ini. Mengapa Harus Begitu. Tiada Aku Tau
Kita Semua Sama
Change Rechord Kurebahkan Tubuhku. Memandang Bintangbintang. Ingatanku Kembali. Pada Masa Kecil. Kami Semua Bersaudara. Duduk Di Beranda. Mendengar Cerita Ayah. Tentang Kehidupan. Kalau Nanti Datang W
Langit Hitam
Di Keheningan Malam. Tanpa Bintang. Tanpa Bulan. Kebisuan Mencekam. Hingga Lubuk. Yang Terdalam. Ku Tengadahkan Wajah. Ah Ha. Pada Langit Yang Hitam. Oh Ho. Kenapa Jadi Luka. Kalau Cinta. Berbuah Pedi
Lelaki Dan Rembulan
Rembulan Di Malam Hari. Lelaki Diam Seribu Kata. Hanya Memandang. Hatinya Luka. Hatinya Luka. Udara Terasa Berat. Karena Asmara Sesakkan Dada. Ketika Cinta. Terbentur Dinding. Terbentur Dinding. Bukal
Lelaki Dan Telaga
Lelaki Hanya Berdiri. Di Tepian Telaga. Menyusuri Kesunyian Hati. Ada Rindu Dalam Hatinya. Ada Embun Jatuh Setitik. Di Ujung. Hatinya. Pada Air Ia Berkaca. Membayangkan Kekasih. Bersandar Pundak Di Si
Luka
Di Bilik Hati Yang Manakah. Harus Ku Simpan Kesedihan. Seakan Jatuh Terlentang. Di Kaki Langit. Woo Oo. Aku Tak Pernah Membayangkan. Asmaraku Terlupakan. Karna Semua Mimpimimpi. Penuh Bahagia. Woo Oo.