(Di Atas Reruntuhan)
(Dusun Kami Tercinta)
(Di Atas Reruntuhan)
(Dusun Kami Tercinta)
(Di Atas Reruntuhan)
(Dusun Kami Tercinta..)
Pandanglah Dusun Kami..
Hamparan Sawah Ladang..
Samudera Warna Hijau..
Cakrawala.. Keindahan.. (Waaaa Aa Aah..)
Sungai Mengalir Dalam Jiwaku..
Burung Nyanyikan Bahagiaku..
Dedaunan Bergelombang..
Kesunyian.. Berdendang..
Oho.. Oho..
Chorus
Akhirnya Datang
Jaman Yang Aku Tak Paham..
Air Bah Membanjir
Dusun Kami.. Tenggelam, Tenggelam..
Bendungan, Pembangunan Namanya
Kami Diusir Tanpa Ditanya
Nasib Kami Ternyata Milik Mereka
Sehingga, Sudah Ditentukan Harga Jualnya
Ke Atap-Atap Perbukitan
Kami Mengungsi Dan Bertahan
Kami Minum Air Hujan
Menanak Bebatuan
Ke Atap-Atap Perbukitan..
Kami Mengungsi Dan Bertahan..
Kami Minum Air Hujan..
Menanak Bebatuan.. (Waaaa Aa Aah..)
Jika Senja Hari Tiba..
Kami Bayangkan Nisan-Nisan..
Pekuburan Sanak Saudara..
Nun Jauh.. Di Dasar Bendungan..
Chorus
Anak-Anak Berenang..
(Anak-Anak Berenang..)
Ke Tengah Gelombang..
(Ke Tengah Gelombang..)
Bersandar Di Pucuk-Pucuk Pepohonan..
(Haa Aa Aah..)
Salah Seorang Dari Mereka
Mengikatkan Bendera Merah Putih
(Haa Aa Aah..)
Di Salah Satu Dahan
Alangkah Bangga (Haa Aa Aah..)
Menatap Sang Saka Berkibar
Di Atas Reruntuhan Dusun Kami Tercinta
(Haaa Aah..)
(Haa Aa Aah.. Haa Aa Aah..)
(Haa Aa Aah.. Haa Aa Aah..)
(Haa Aa Aah.. Haa Aa Aah..)
(Haa Aa Aah.. Haa Aa Aah..)