Chordyes

Nosstress

Guitar Chords & Lyrics by Nosstress — Browse the Complete Collection

54 chords available

All Chords (54)

Kita Bicara
Pernahku Bertemu Seseorang. Di Waktu Yang Singkat. Yang Mendengar. Yang Kurasakan. Ia Kemudian. Mengirimkan. Sebuah Tulisan Tentang Pertemuan. Tentang Seseorang Yang Sepenuh Hati. Berjuang Tuk Nurani.
Kopi, Senja Dan Logika
Kopi Senja Dan Logika. Aku Suka Senja. Ketika Sudah Cukup Akan. Siang. Dan Yakin Makan Malam Akan Ter.saji. Rintik Hujan Ku Suka. Ketika Ku Dapat Berteduh. Kering. Hangat Dan Tersedia Cukup Ma.kanan.
Lagu Kebun
Change Rechords. Dsus4G G. Harihari Kumulai. Menyapu Halaman Rumah. Duduk Santai Sejenak. Kulanjutkan Depan Rumah. Kutengok Kebunku. Yang Tlah Rimbun Daundaun. Kering Jatuh Berserakan. Segera Kubersih
Laguku Untukmu
Apa Masih Bisa Kau Mendengar. Pelan Saja Aku Ingin Bicara. Tentang Perasaan Yang Gelisah. Dengan Keadaan. Tanah Yang Perlahan Habis Kau Jual. Mungkin Memang Kau Bahagia. Sendiri Saja Ya Sendiri Saja K
Logical Fallacy
Sebab Kita Bukan Domba. Kan Juga Bukan Ayam. Jangan Mau Diadu. Kawan Jika Suatu Hari Nanti. Kau Putuskan Tuk Membenci Diriku. Mungkin Ku Kan Sedih. Dan Bertanya Kenapa. Kawan Jika Suatu Hari Nanti. Ka
Manipulasi Hari
Senja Terlihat Saatnya Bersi Ap. Menunggu Yang Diharapkan Da Tang. Datang Untuk Hidupku Dan Mimpi Ku. Sembari Menunggu Coba Hibur Diri. Nada Nada Ramaikan Ruang Ini. Doa Pun Tercampur Di Dalamnya. Dat
Manipulasi Hari
Senja Terlihat Saatnya Bersi.ap. Menunggu Yang Diharapkan Da.tang. Datang Untuk Hidupku Dan Mimpi.ku. Sembari Menunggu Coba Hibur Diri. Nadanada Ramaikan Ruang Ini. Doa Pun Tercampur Di Dalamnya. Data
Mari Pikir
Di Banyak Tempat Di Bumi Yang Kita Cinta. Sumber Hidup Manusia Dijarah Yang Berkuasa. Yang Kecil Tak Berdaya. Dibungkam Bila Per.juangkan Haknya. Banyak Yang Terjadi Terang Di Depan Mata. Tanah Air Ud
Mengawali Hari
Pagi Telah Datang Semua. Siap Hadapi Dunia. Pagi Yang Datang Haruskan. Kita Untuk Berpikir. Pikirkan Burukmu. Pikirkan Sifatmu. Pikirkan Sekitarmu. Baru Kau Mulai Langkahmu. Lihat Ke Depan. Perlu Sedi
Nenek Karimun
Mereka Merampas Udara Bersihmu. Mereka Merusak Hijau Sekelilingmu. Di Saat Semua Pergi. Kau Masih Tetap Berdiri Huuu. Banyak Orang Yang Takut. Namun Kau Tegas Menuntut Huuu Huuu. Untuk Tanah Lahirmu.
Nenek Karimun
Mereka Merampas Udara Bersihmu. Mereka Merusak Hijau Sekelilingmu. Di Saat Semua Pergi. Kau Masih Tetap Berdiri. Huuu. Banyak Orang Yang Takut. Namun Kau Tegas Menuntut Huuu. Huuu. Untuk Tanah Lahirmu
Oh My God
Berawal Dari Tatap Mata. Tak Sengaja Berpaut. Ragu Yang Kurasa Bukan Cinta. Tapi Merebak Jua. Tatap Semakin Lekat. Dia Kini Mendekat. Oh My God. Dia Melangkah Perlahan. Semakin Dekat Kian Rapat. Dari
Owa Kecil
Hewan Ia Temanku. Alam Juga Kawanku. Dan Kau Sahabatku. Ku Takkan Menyakitimu. Karena Sekarang Ku Tahu. Kau Teman Kawan Sahabatku. Mencinta Dengan Menjaga. Memang Itu Tugas Kita. Mencinta Dengan Menja
Pahami Dulu
Nggak Apa Kan Jika Nggak Tahu. Nggak Apa Kan Jika Nggak Tahu. Nggak Semua Hal Wajib Tuk Kita Tahu. Nggak Semua Hal. Namun Penting Tuk Kita Tahu. Tuk Pahami Dulu Baru Bicara. Jangan Repot Tuk Nampak Se
Pak!
Pak Apa Tak Bisa. Kita Bicara Baikbaik Saja. Pak Huu. Kenapa. Kau Bentak Anakmu Yang Sedang Bahagia. Yang Mau Mendengar Dan Coba Pahami. Kalau Saja Bicarakan Dengan Hatihati. Uh. Uh. Uuh. Uuh Uh. Pak
Pegang Tanganku
Pegang Tanganku. Hentikan Tawamu Sejenak. Sudah Terlalu Banyak Tuk Senang. Sudah Saatnya Merenung. Dan Ber.syukur. Oh. Indahnya Menjalani Denganmu. Oh. Nikmatnya Bersamamu. Tapi Kita Harus Mulai Menge
Perspektif Bodoh
Setiap Masalah. Punya Jalan Keluarnya. Hanya Saja. Dari Sudut Mana. Kita Perlu Menimbang. Dan Ambil Masukan. Karna Kepala Ini. Terkadang Enggan. Memandang Hal Dengan Lebih Mudah. Urusan Yang Mudah. Di
Ppkn
Setidaknya Begitu Yang Tertulis Dalam Buku. Pak Guru Ppkn Mengajarkannya. Nampak Mudah Sekali Namun Kenyataannya. Dari Kecil Diajarkan Tuk Cintai Sesama. Saling Tolong Menolong Jelas Adalah Mulia. Sal
Raih Tanahmu
Kutanam. Satu Beringin. Untuk Anakku. Kutanam Akarnya. Di Tanah Ibu. Kutanam. Satu Kebun. Untuk Bapakku Ibuku Adikku. Yang Tlah Merawatku. Andai Kau Tahu. Tak Banyak Waktu Tersisa. Andai Kau Mau. Ta.h
Saling Bantu
Kita Sedang Alami Bencana Yang Sama. Namun Derita Yang Terasa Jauh Berbeda. Banyak Yang Terlunta. Tengah Berjuang Untuk Bertahan. Kita Tak Mampu Menerkakan Berapa Lama. Sembunyi Dari Bencana Mampukah