Chordyes

Iksan Skuter

Guitar Chords & Lyrics by Iksan Skuter — Browse the Complete Collection

73 chords available

All Chords (73)

Punya Apalagi
Mau Cari Apa. Semua Tersedia. Dari Ubi Sampai Bahan Nuklir Ada. Apa Di Kata. Semua Tak Berarti. Semuanya Bukan Milik Kita Lagi. Tanah. Ini. Hanya Milik Segelintir Orang. Yang Berseragam Dan Bertampang
Pulang
Apakah Kau Pernah. Jauh Dari Rumah. Rindu Yang Menumpuk. Sakit Dan Berkecamuk. Apakah Kau Pernah. Jauh Dari Rumah. Terbangun Di Tengah Malam. Dingin Lapar Tak Tertahan. Ku Sering Merasakannya Kawan. I
Pergi Begitu Cepat
Baru Kemarin. Kita Habiskan Malam Yang Panjang. Bercanda Berbagi Suka. Bercerita Tentang Masa Berjaya. Meski Kau Tlah Berubah. Jadi Sosok Yang Lebih Santun. Bukan Berarti Merubah. Pertemanan Yang Tlah
Peluk Saja Aku
Kumohon Peluk Saja Aku. Disaat. Ku Terjatuh. Disaat. Ku Merasa Letih. Jalani Kisah Hidup Ini. Kumohon Peluk Saja Aku. Disaat. Ku Terluka. Disaat. Semua Mimpimimpi. Menjauh Dari Cinta Kita. Hari. Ini.
Papua Ku Cinta
Hitam Kulitku Bukan Berarti. Kami Dendam Denganmu. Dipenjuru Dunia. Tanah Kami Paling Kaya. Papua.papua.kucinta. Panah Dan Tombak. Bukan Untuk Menyerangmu. Kami Ada. Sebelum Republik Ini Tercipta. Pap
Pada Kerinduan
Sesungguhnya Kita Adalah Sendiri. Benarbenar Terlahir Sendiri Di Sini. Semua Hanya Mimpi Dan Semu Ilusi. Sejenak Berhenti Untuk Pergi Lagi. Suatu Waktu Kita Kan Terjebak Sepi. Banyak Hal Yang Membuat
Om Betmen Cabang Jogja
Om Betmen Cabang Jogja. Tahukah Kau Di Sana. Tentang Petani Yang Terusir. Dari Tanahnya.om Betmen Cabang Jogja. Tahukah Kau Di Sana. Suarasuara Yang Dibungkam. Paksa Senjata.aku Yakin.kau Manusia Terp
Nyanyian Pagi
Kicau Burung Nyanyikan Lagu Sedih. Senandungkan Luka Yang Dalam. Hibur Diri Dalam Kesendirian. Ditemani Embun Yang Tercemar. Menangis Burung Dalam Nyanyiannya. Kemanakah Kawankawanku. Yang Dulu Selalu
Nyalakan Tanda Bahaya (Versi 2)
Apakah Pemimpin Itu Harus Kaya. Bergelimang Harta Dengan Uang Kita. Apakah Pemimpin Itu Harus Mempunyai. Mobil Mewah Dan Dikawal Setiap Hari. Apakah Pemimpin Itu Harus Korupsi. Harus Memakai Barang Me
Nyalakan Tanda Bahaya
Apakah Pemimpin Itu Harus Kaya. Bergelimang Harta Dengan Uang Kita. Apakah Pemimpin Itu Harus Mempunyai. Mobil Mewah Dan Dikawal Setiap Hari. Apakah Pemimpin Itu Harus Korupsi. Harus Memakai Barang Me
Negara
.Negara. Maaf Aku Tidak Tahu. Apapun Tentang Negara.negara. Hmm Aku Bodoh Soal Itu Semua.aku.hanya Tahu Bahwa Ada. Sebuah Kongsi Dagang Skala Raksasa.yang Dikuasai Segelintir Manusia. Dikawal Pasukan
Namamu Dipuja
Seperti Ibu. Yang Mencintai Aku. Cintanya Abadi. Bening Dan Murni. Lihatlah. Pagi. Yang Setia Menemani Matahari. Lihatlah. Senja. Yang Selalu Sabar Bersama Sunyi. Cinta Oh. Cinta. Namamu Dipujapuja Ma
Mudik Lebaran
Tunggu Gaji Cair Thr Hari Raya. Membuat Rencana Pulang Pakai Apa. Naik Apa Aja Yang Penting Bahagia. Kampung Halaman Menunggu Untuk Pulang. Sehabis Puasa Sebulan Lamanya. Libur Idul Fitri Untuk Silatu
Mencari Apa
Saat Merangkak. Ingin Berjalan. Ketika Berjalan. Ingin Berlari. Saat Berlari. Bermimpi Terbang. Ketika Terbang. Ingin Menyelam. Men.cari Apa. Manusia Inginkan Apa. Men.cari Apa. Manusia Mimpikan Apa.
Masa Depan Manusia
Peradaban Manusia. Sedang Berpesta Pora. Semuanya Melesat Pesat Luar Biasa. Mesinmesin Menggantikan Segalanya. Lalu Kemanakah Nanti Manusia. Pasarpasar Pun Kini. Mulai Terlihat Sepi. Digerus Jaman Yan
Malang Yang Malang
Malang Tak Seperti Dulu Lagi. Di Jalannya Penuh Asap Dan Polusi. Malang Tak Seperti Dulu Lagi. Di Tanahnya Berdiri Bangunan Tinggi. Malang Oh Malang. Malang Oh Malang. Memang Malang. Malang Tak Sepert
Logika Mana
Petani Miskin. Karena Padi Yang Ditanamnya. Nelayan Miskin. Karena Ikan Yang Ditangkapnya. Buruh Pun Miskin. Karena Produk Yang Dibuatnya. Kuli Pun Miskin. Karena Gedung Yang Dibangunnya. Sembako Maha
Lelaki Itu
Lelaki Itu.makin Lusuh Dengan Nasibnya. Terus Berharap.nasib Baik Datang Padanya. Lelaki Itu.ditemani Anak Kecilnya. Yang Tetap Setia.meski Panas Dan Hujan Mendera. Tak Lelah Menunggu.kesempatan Itu A
Legenda Itu
Dalam Istana Yang Megah. Dia Terkurung Tersiksa Hatinya. Tak Ada Teman Untuk Bicara. Dalam Singgasana Yang Mewah. Dia Tak Lagi Mampu Menikmati. Tak Ada Sahabat Menemani. Kawan. Yang Datang Dan Pergi.
Lagu Petani (mural Version)
Leluhurku Kakek Nenekku. Ayah Ibu Ku Petani. Sawah Terbentang Air Melimpah. Kehidupan Sangatlah Indah. Saat Akhirnya Mereka Bertandang. Bahwa Janji Mimpi Juga Uang. Dan Menyalahkan Aku Menjadi Petani.