#
Chord Title
1
Siapa Yang Akan Datang Ke Pemakamanmu Nanti?
Kau Duduk Kaku Di Tepi Tempat Tidur. Terdengar Isak Tangis Hati Keluargamu Hancur. Bergegas Kau Ikuti Konvoi Ke Liang Lahat. Berkumpul Di Tempat Terakhir Beristirahat. Tanah Terbuka Dan Bumi Menganga.
2
Si Lemah
Hai Kau Si Lemah Dalam Cermin. Mari Beradu Mata. Dan Mulai Bicara. Tentang Pijar Resah Yang Menyala. Benarkah Ini Yang Kau Ingin. Purapura Sempurna. Kelabui Cela. Demi Aman Nyamanmu Tersia. Ho. Hai Si
3
Semua Lagu Cinta Terdengar Sama
Di Seluruh Tempat Di Seluruh Dunia. Dimanapun Lagu Cinta Ini Terputar. Aku Bergeleng Kecil Dan Tersenyum Tipis. Andai Lagu Ini Tertulis Olehku. Direkam Yang Manis Diisi Bombastis. Ditujukan Secara Spe
4
Secukupnya
Hindia Secukupnya. Kapan Terakhir Kali. Kamu Dapat Tertidur Tenang. Renggang. Tak Perlu Memikirkan Tentang. Apa Yang Akan Datang. Diesok Hari. Tubuh Yang Berpatah Hati. Bergantung Pada Gaji. Berlomba
5
Satu Hari Lagi
Lima Juta Lagi. Untuk Botol Minum Keras. Tiga Juta Kosmetik. Dalam Game Terus Ku Kuras. Hanya Segelintir Uang. Yang Terus Keluar Deras. Ku Sekarang Bernafas. Tanpa Tujuan Jelas. Karena Tak Ada Lagi. Y
6
Rumah Ke Rumah
Menyesal Tak Kusampaikan. Cinta Monyetku Ke Kanya Dan Rebecca. Apa Kabar Kalian Di Sana. Semoga Hidup Baikbaik Saja. Tak Belajar Terkena Getahnya. Saat Bersama Thanya Dan Saphira. Ku Percaya Mungkin B
7
Rasakan Nikmatnya Hidup
Yang. Kau Dengar Dalam Hati. Biarlah. Bergema Kali Ini. Jangan Kau Redam Dan. Yang. Kau Tempa Sejauh Ini. Jangan Kau. Anggap Tak Berguna. Hanya Kau Yang Tahu. Semua Pengorbananmu. Tuk Hal Yang Kau Cin
8
Ramai Sepi Bersama
Seberapa Jauh Dari Sini. Temboktembok Ini Tak Berarti. Asal Kulihat Senyummu Hari Ini. Mendengar Keluhmu Malam Nanti. Saat Semua Tak Jelas Arahnya. Kita Hanya Punya Bersama. Lewati Curam Terjalnya Dun
9
Pesisir
Komet Melintas Di Atas Kepala. Tak Satupun Kita Menoleh. Semua Sibuk Hidupi Diri. Lihat Ke Atas Dambakan Bulan. Lutut Hanyut Pinggang Tenggelam. Semua Sibuk Hidup Di Mimpi. Harapanku Menyelam. Kala La
10
Perseverance - In The Face Of Grief
Kan Ku Terabas Api Neraka. Untuk Bisa Menatap Matamu Hari Ini. Badai Petir Di Atas Kepala. Tapi Tuhan Terima Kasih Tuk Hari Ini. Diselimuti Gelap Gulita. Tapi Bangga Lewati Denganmu Hari Ini. Tuli Men
11
Nafas
Semoga Aku Tak Dikalahkan Oleh Kepalaku. Takut Atas Halhal Yang Ku Tak Tahu. Semoga Aku Tak Dikalahkan Raga Tubuhku. Sakit Saat Sadar Aku Tidak Terbelenggu. Semoga Aku Tak Dikalahkan Oleh Kepalaku. Me
12
Nabi Palsu
Di Sebuah Kota Pinggir Jakarta. Ada Seorang Anak Belajar Dansa. Dengan Bayangannya Dengan Lukanya. Dibalut Lagu Sedikit Paspasan. Dan Tanpa Disangka Mimpinya Jadi Besar. Awalnya Ia Dambakan Ternyata M
13
Membasuh
Selama Ini. Ku Nanti. Yang Kuberikan Datang Berbalik. Tak Kunjung Pulang. Apapun Yang Terbilang. Di Daftar Pamrihku Seseorang. Telat Ku Sadar Hidup Bukanlah. Perihal Mengambil Yang Kau Tebar. Sedikit
14
Membasuh
Selama Ini Ku Nanti. Yang Kuberikan Datang Berbalik. Tak Kunjung Pulang. Apapun Yang Terbilang. Di Daftar Pamrihku Seseorang. Telat Ku Sadar Hidup Bukanlah. Perihal Mengambil Yang Kau Tebar. Sedikit A
15
Masih Ada Cahaya
Lahir Dari Bola Api. Dan Air Mata Yang Dihindari. Bukan Ranahku Tuk Hakimi. Mungkin Caramu Bertahan. Hidup Sejak Dini. Tapi Terang Bercahaya Dalam Gelap. Dan Gelap Tak Dapat Menguasainya. Demikianlah
16
Masalah Masa Depan
Ku Tak Cukup Pintar Tuk Bicarakan Uang. Ku Tak Cukup Peka Tuk Bicarakan Alam. Tak Cukup Bijak Tuk Bicarakan Orang. Pikiranku Bertandang Jauh Dari Sekarang. Yang Kutahu Besok Hancur Berantakan. Seperti
17
Letdown
Dua Dekade. Ratusan Janji Yang Tak Selesai. Taman Bermain. Yang Berkarat Dan Terbengkalai. Jadi Saksi Generasi. Yang Dipaksa Tumbuh Dewasa. Direnggut Masa Mudanya. Dijajah Pelayannya. Apakah Kita. Mem
18
Kita Ke Sana
Rayakan Hari Ini. Besok Sisa Sengsara. Belum Pulang Kau Pun Di Sini. Temani Diriku. Kita Bersandiwara. Bicara Tak Semestinya. Walau Kita Tahu Nyatanya. Semua Tak Baik Saja. Ada Masanya Kita. Mencuri R
19
Kids
Pagi Ini Sumpah Kukira Kucingku. Bangunkanku Dengan Kukunya. Hati Sedih Saat Kusadar Diriku. Sendirian Di Luar Kota. Far Far Away From My Responsibility. Of Feeding Them All On Time. Right Now So Clos
20
Kami Khawatir, Kawan
Kali Ini Ke Mana Lagi. Kau Ajak Tas Ranselmu Pergi. Kami Khawatir Kawan. Sumpah Sudah Berapa Kali. Kau Bilang Tak Mungkin Kembali. Kami Khawatir Kawan. Kau Tahu Kutahu. Betapa Beracunnya Benakmu. Bert