#
Chord Title
41
Lelaki Dan Telaga
Lelaki Hanya Berdiri. Di Tepian Telaga. Menyusuri Kesunyian Hati. Ada Rindu Dalam Hatinya. Ada Embun Jatuh Setitik. Di Ujung. Hatinya. Pada Air Ia Berkaca. Membayangkan Kekasih. Bersandar Pundak Di Si
42
Lelaki Dan Rembulan
Rembulan Di Malam Hari. Lelaki Diam Seribu Kata. Hanya Memandang. Hatinya Luka. Hatinya Luka. Udara Terasa Berat. Karena Asmara Sesakkan Dada. Ketika Cinta. Terbentur Dinding. Terbentur Dinding. Bukal
43
Langit Hitam
Di Keheningan Malam. Tanpa Bintang. Tanpa Bulan. Kebisuan Mencekam. Hingga Lubuk. Yang Terdalam. Ku Tengadahkan Wajah. Ah Ha. Pada Langit Yang Hitam. Oh Ho. Kenapa Jadi Luka. Kalau Cinta. Berbuah Pedi
44
Lambaian Perdu
Di Sanalah Aku Bernyanyi. Lagu Rindu Yang Melesat. Di Jalan Berdebu. Di Sanalah Aku Berlari. Dari Gairah Yang Mati. Kemana Lagi Kau Harus Kembali. Dari Jalan Yang Selalu Menye Retku. Yang Lalu Mencamp
45
Kita Semua Sama
Change Rechord Kurebahkan Tubuhku. Memandang Bintangbintang. Ingatanku Kembali. Pada Masa Kecil. Kami Semua Bersaudara. Duduk Di Beranda. Mendengar Cerita Ayah. Tentang Kehidupan. Kalau Nanti Datang W
46
Kisah Hidup
Hidup. Oh. Hidup. Kata Itu Begitu Indah. Dia Bisa Buat Kisah. Kisah Tentang Hidup. Aku. Yah Aku. Juga Pelaku Kisah Hidup. Tertawa Lalu Bersedih. Di Dalam Hidup Ini. Mengapa Harus Begitu. Tiada Aku Tau
47
Keroncong Ibu Pertiwi
Alam Yang Hijau. Di Jauh Pandang. Dilukis Musim Daun Dan Angin. Ibu Pertiwi. Di Anganangan. Bersama Sungai Kehidupan Mengalir. Di Timur Matahari Membuka Pagi. Dan Langit Pun Membagikan Cahayanya. Ibu
48
Keroncong Belasungkawa
Ini Keroncong. Ini Keroncong Belasungkawa. Dari Desa. Desa Di Tanah Jawa. Nyanyian Jiwa Para Warga. Setiap Hari Didendang Orang. Malam. Terdengar Sayup Di Muka Pintu. Ini Keroncong. Ini Keroncong Bert
49
Kepada Angin Dan Burung Burung
Kepada Angin Dan Burungburung. Matahari Bernyanyi. Tentang Daun Dan Embun Jatuh. Sebelum Langit Terbuka. Kepada Angin Dan Burungburung. Kunyanyikan Lagu Ini. Tentang Asmara Yang Biru. Yang Mewarnai Lu
50
Kemarin
Chord Naik 1 Fret. Kemarin. Kita Bertemu. Setelah Perpisahan Itu. Hati Terasa Bergetar. Kembali. Memang. Ku Akui. Sungguh Dalam Kehadiranmu. Pedihku Masih Terasa. Di Dada. Aku Tak Dapat Menahan Cembur
51
Jendral Soedirman
Dalam Sakit Di Atas Tandu. Tidur Di Gubukgubuk Kecil. Gerilya Dengan Bara Di Ha Ti. Susuri Desa Dan Kotakota. Kelompok Kecil Atur Rencana. Lawan Penjajah Dan Penindasan. Semangat Juang Ia Tiupkan. Ter
52
Hitam Putih Negri
Tlah Berubahkah Kehidupan Ini. Tlah Berubahkah. Negeri Ini. Di Mana. Damai. Tlah Berubahkah Kehidupan Ini. Tlah Berubahkah. Negeri Ini. Di Mana. Damai. Kebencian Apa. Di Hatimu. Amarah Apa. Di Dadamu.
53
Ganasnya Ombak Tak Selalu Membuat Luka
Adik Marilah Kemari. Lihat Perahu Tlah Menunggu. Jangan Kau Termangu Lagi. Mari Bersama Melepas Tali. Angin Tlah Datang. Membelah Kabut Samudera. Matahari Pun Tlah Bangun Dari Tidurnya. Dan Bangunlah
54
G E M B A L A
Seorang Lelaki Muda. Menjadi Gembala Di Sebuah Peternakan. Peternakan Peternakan. Jauh Dari Keluarga. Dan Kawan Kawan. Jauh Dari. Kenangan Kenangan Lama. Bila Malam Duduk Sendiri. Hanya Hewan Yang Jad
55
Duka Aceh
Dengarkan Mereka Yang Menangis. Oleh Bencana Kehendak Alam. Hilang Sanak Hilang Harta. Bencana Negeri Tak Kunjung Henti. Bersihkan Hati Yang Penuh Debu. Kita Semua Bersaudara. Duka Aceh. Duka Bangsa.
56
Di Ladang Bunga
Kawan Lihatlah. Di Ujung Perkampungan. Perempuan Desa Beriringan. Di Desa Yang Bersemi. Warnawarna Indah. Rebah Di Ladang Bunga. Ada Perempuan Tersenyum. Berjalan Menggenggam Bunga. Ada Yang Sedang Be
57
Di Kedai-Kedai
Orang Berbisik Di Kedaikedai. Tentang Harapan Yang Semakin Jauh. Karena Suara Tabu Terdengar. Karena Suara Hanya Mengusik. Kesunyian. Orang Berbisik Di Kedaikedai. Mereka Mengeluh Kepada Sunyi. Wajahw
58
Di Dermaga Kayu
Burungburung Camar. Masih Seperti Dulu. Bermain Di Air. Di Dermaga Kayu. Buihbuih Menghempas. Seperti Dulu. Di Sini Ku Kembali. Menangkap Kenangan. Meski Kau Tlah Tiada. Bayangan Wajahmu Begitu Menyat
59
Di Balik Kaca Jendela
Ketika Hujan Datang. Meninggalkan Kemarau. Biarkan Langkahmu. Meninggalkan Diriku. Aku Hanya Berdiri. Memandang Jejak Langkahmu. Meski Hujan Datang. Membasah Wajahku. Jangan Lagi Kau Berdiri. Di Balik
60
Di Atas Viaduct Cikapundung
Bandung Esok Aku Kan Kembali. Dengan Segenap Kasih Di Tangan. Bandung Kau Dengar Suara Jiwaku. Gemetar Di Dalam Lagu. Dulu Di Viaduct Cikapundung. Seorang Dara Duduk Termenung. Menghanyutkan Kepingkep