Chordyes

Franky Sahilatua

Guitar Chords & Lyrics by Franky Sahilatua — Browse the Complete Collection

82 chords available

All Chords (82)

Seperti Mata Air Kehilangan Sungai
Meskipun Kau Tak Pernah Ke Desa. Padipadi Terus Tumbuh. Meskipun Kau Tak Pernah Ke Kota. Orangorang Terus Gelisah. Di Desa Dikota Tumbuh Dan Gelisah. Seperti Kembang Dalam Belukar. Seperti Mata Air Ke
Aku Papua
Tanah Papua Tanah Yang Kaya. Surga Kecil Jatuh Ke Bumi. Seluas Tanah Sebanyak Batu. Adalah Harta Harapan. Tanah Papua Tanah Leluhur. Disana Aku Lahir. Bersama Angin Bersama Daun. Aku Di Besarkan. Hita
Biarkan Hujan
Datanglah. Kekasih. Biarpun Hari Hujan. Cinta Kan Mengiringimu. Dengan Kehangatan. Bawa Saja. Seluruh. Kerinduanmu. Kita Satukan. Di Dalam Dekapan. Langkahkan. Kakimu. Sepenuh Irama. Biarkan. Jejakmu.
Sesambating Manah
Sintensinten Kang Kerso Mirengaken. Lelakoning. Tanah Nuswantoro. Tumindhak. Olo Manunggil Rogo. Kabecikan. Sami Pun Selai. Duh Pengeran. Nyuwun Gung Pangaksami. Dumateng Po.ro Pamong Negari. Kathah P
Langit Hitam
Di Keheningan Malam. Tanpa Bintang. Tanpa Bulan. Kebisuan Mencekam. Hingga Lubuk. Yang Terdalam. Ku Tengadahkan Wajah. Ah Ha. Pada Langit Yang Hitam. Oh Ho. Kenapa Jadi Luka. Kalau Cinta. Berbuah Pedi
Keroncong Ibu Pertiwi
Alam Yang Hijau. Di Jauh Pandang. Dilukis Musim Daun Dan Angin. Ibu Pertiwi. Di Anganangan. Bersama Sungai Kehidupan Mengalir. Di Timur Matahari Membuka Pagi. Dan Langit Pun Membagikan Cahayanya. Ibu
Perjalanan
Dengan Kereta Malam Kupulang Sendiri. Mengikuti Rasa Rindu. Pada Kampung Halamanku. Pada Ayah Yang Menunggu. Pada Ibu Yang Mengasihiku. Duduk Di Hadapanku Seorang Ibu. Dengan Wajah Sendu Sendu Kelabu.
Luka
Di Bilik Hati Yang Manakah. Harus Ku Simpan Kesedihan. Seakan Jatuh Terlentang. Di Kaki Langit. Woo Oo. Aku Tak Pernah Membayangkan. Asmaraku Terlupakan. Karna Semua Mimpimimpi. Penuh Bahagia. Woo Oo.
Musim Bunga
Di Suatu Perkampungan Bunga. Di Musim Petik Indah Warnanya. Menghias Rumah Halaman Rakyat. Ramairamai Perempuan Desa. Dengan Keranjang Di Atas Kepala Aa. Burungburung Yang Berkicauan. Menemani Mereka
Keroncong Belasungkawa
Ini Keroncong. Ini Keroncong Belasungkawa. Dari Desa. Desa Di Tanah Jawa. Nyanyian Jiwa Para Warga. Setiap Hari Didendang Orang. Malam. Terdengar Sayup Di Muka Pintu. Ini Keroncong. Ini Keroncong Bert
Anak-anak Negeri
Mereka Lahir. Tujuh Dua Dan Tujuh Enam. Baby Dan Kasih Gadis Yang Manis. Keduanya Merupakan Masa Depan. Anak Negeri. Anakanak Kita. Bangun Pagi Mereka Ke Sekolah. Baby Kelas Tiga. Kasih Nol Kecil. Ber
Desember (Perpisahan)
Sungai. Mengalir Jua. Berkelokkelok. Ke Muara. Angin Berhembus Menggerakan Daun Randu. Menyanyikan Cintaku Kepadamu. Engkau. Tengah Menunggu. Perahu Yang Ku Kayuh Dari Hulu. Di Kelindapan Pohonpohon H
Balada Joni & Nani
Dengan Hati Bungah Joni Keluar Rumah. Celana Blue Jeans. Sepatu Karet Oblong Putih. Sepanjang Jalan Joni Berdandan. Sepanjang Jalan Joni Berdendang. Dengan Hati Susah. Nani Pulang Kuliah. Ia Gemas Jal
Merpati
Cahya Mentari Dari Celah Jendela. Menembus Perlahan Jatuh Di Wajahnya. Ku Pandangi Terus Wajahnya Yang Tulus. Dalam Mimpimimpinya Yang Indah. Ku Buka Jendela Langit Biru Terbentang. Ku Gapai Gadisku K
Pedalaman
Di Sini Mereka. Bersimbah Lumpur Dan Keringat. Di Sini Mereka. Damai Di Dalam Sepi. Alam Bagi Mereka. Adalah Sahabat Lama. Aku Yang Terjebak. Oleh Ambisi Kehidupan. Ketika Ku Lihat. Kehidupan Mereka.
Nyanyian Para Mantan
Ketika Panggungpanggung Tlah Berubah. Ketika Peranperan Tlah Berganti. Ia Terus Berjalan Menembus Waktu. Melangkah Dengan Penuh Kepahitan. Masih Dengan Kostum. Yang Dulu Sering Dipakai. Masih Dengan C
Angka Akang Balelai
Karang Panjang Beta Badi.ri. Pantai Ambon. Manise. Gunung Deng Laut Di Muka Mata. Beta Lebe Sayang. Air Mata Beta Tumpah. Air Mata Tumpah. Hu. Huuhu. Hu. Huuhu. Hu. Huuhu. Aku Memang. Dilahirkan Di Ta
Nyanyian
Namun Ada Yang Tetap Dicari. Oleh Seseorang Un.tuk. Lagu Yang Merdu Tak Pernah Mati. Tiap Yang Hidup Jadi Penyanyi. Namun Ada Yang Tetap Dicari. Oleh Seseorang. Untuk Lagu. Untuk Dinyanyikan. Lagu Yan
Balada Wagiman Tua
Wagiman Tua Menatap Jauh. Duduk Bersandar Pada Tangannya. Kampung Halaman Terbayang Sepanjang Jalan. Dalam Ferry Yang Meloncat Ke Tanah Jawa. Delapan Tahun Ia Tak Pulang. Kerinduan Itu Terus Memanggil
Rumah Kecil Di Pinggir Sungai
Kemana Pun Aku Meman.dang. Di Sekitar Rumahku. Di Dekat Sungai. Cuaca. Redup Melarutkan. Segala Beban. Bila Harihari Yang Me.ngalir. Bagai Dedaunan Gugur. Hanyut Di Sungai. Dalam Hening Aku Coba Tentr