Redup Mata Merenungi
Jalur Warna Sang Pelangi
Mengundang Ketenangan Dalam Hati
Sayangnya Indahnya Sirna
Bila Mentari Berlabuh
Dan Malam Selubungi
Tabiri Warna Berseri
Kau Tertunduk Sayu Pilu
Mengenangkan Sang Pelangi
Bagai Anak-Anak
Yang Kau Kasihi
Yang Hilang Dari Sisi
Sewaktu Usiamu
Bagaikan Mentari Di
Penghujung Hari
Deraian Air Mata
Mengiringi Doa
Merindukan Kehadiran Mereka
Pada Tuhan Kau
Ukir Sebuah Harapan
Agar Bahagia Semalam
Bersinar Semula
Jika Sudah Takdir Ilahi
Kau Redha Dan Tabah Hadapi
Hanya Pada-Nya
Kau Layarkan Cinta
Biarpun Derita Di Jiwa
Merindukan Anak Tercinta
Kau Pohonkan Keampunan
Bagi Diri Mereka
Deraian Air Mata
Mengiringi Doa
Merindukan Kehadiran Mereka
Pada Tuhan Kau
Ukir Sebuah Harapan
Agar Bahagia Semalam
Bersinar Semula
Jika Sudah Takdir Ilahi
Kau Redha Dan Tabah Hadapi
Hanya Pada-Nya
Kau Layarkan Cinta
Biarpun Derita Di Jiwa
Merindukan Anak Tercinta
Kau Pohonkan Keampunan
Bagi Diri Mereka
Namun Harapanmu Tak Henti
Menantikan Sinar Pelangi
Kembali Menghiasi Kamar Hati
Mengecap Bahagia
Sebelum Terbenam Suria
Sebelum Mata Terpejam Selamanya