Gelora Sering Melanda JiwaDicengkam Silam Ketika KeseoranganDenyutan Cintamu Sukar DilenyapSeakan Menjentik Pintu PerasaanTerguris Dan Terluka Seakan DipersendaBila Cintaku Disentap DustamuKini Ku Masih Jelas DibayangiJerih PerihTiada Siapapun Yang PeduliTiada Satupun SimpatiTak Siapa MengertiTak Siapa Tahu Hanya AkuYang Lesu Dan TerdamparSehinggalah Kini Masih BerbalamDalam HatiDisentap Direntap Dustamu Hingga SepiCintaku Nan Suci SanggupnyaKau MengkhianatiGugurnya Permata Hatiku KeranamuTidakpun Kau Kesal Jiwamu Seakan MatiTak Siapa MengertiTak Siapa Tahu Hanya AkuYang Lesu Dan TerdamparSehinggalah Kini Masih BerbalamDalam HatiDisentap Direntap Dustamu Hingga SepiCintaku Nan Suci SanggupnyaKau MengkhianatiGugurnya Permata Hatiku KeranamuTidakpun Kau Kesal Jiwamu Seakan Mati