Berlari Menuju Ke Muka PintuSeakan Pasti SuaramuYang TerdengarSayup-Sayup Mesranya MemanggilkuBerabad Tak Mendengar SuaramuBerbisik Manja KepadakuYang TerdengarCumalah Hanya Kalimah Pemutus CintaGementar PerasaankuMenyahut PanggilanmuDan Demi Pintuku BukaDihadapanku Seorang Wanita...Airmata Bertitisan Ke PipinyaYang Cengkung Dan Layu Tak BermayaTerharu Ku Mendengarkan NasibmuSemenjak Kau MeninggalkankuApalah... Daya DiriTiada Kekosongan Lagi