Wahai Jiwa Yang MenantiPelukan CintaBukankah Ada Yang TelahRindu Sekian Lama?Pinta Kau RembulanGugur Di Atas PangkuanSedang Sinarnya Setia TemanMengiringi MalamLangkahmu Disinar TerangHingga Akhir Jalan(Loop)Dikhabar Seribu Empat Ratus Tahun LaluKau Dirindu Sekalipun Jasad Tak BertemuMerasa KeperitanmuTamakkan Aman UntukmuDicurah Kasihnya PadamuKaulah Ikhwan Yang DirinduWahai Jiwa Yang Rasa Tak Layak DicintaKasihnya Tulus Biarpun Kau Tak SempurnaKasihnya Baginda Tak Memilih SesiapaWalau Kau Si Pendosa TegarBiar Jadi SaksiPada sabda :Syafā‘atī Li-Ahli Al-Kabā’irTelah Disemai Cinta Terpendam Di HatimuCinta Pada Rasul Menanti Cuitan RinduSeperti Sakar Dalam Cawan Teh Tak TeradunSebatilah Manis Cinta Dalam Cawan KalbuMasihkah Ragu Kau PadaSelawat Dan Salam Harianmu?Sedang Batu Pun Dikenal Sang NabiKerana SalamnyaInikan Pula Salam Darimu?Dikhabar Seribu Empat Ratus Tahun LaluKau Dirindu Sekalipun Jasad Tak Bertemu(Loop)Dikhabar Seribu Empat Ratus Tahun LaluKasih Rasul Memanggilmu Dengan Seru RinduDi Setiap Munajatnya Ada Doa UntukmuSeolah Seluruh Resahnya MemikirkanmuMerasa KeperitanmuTamakkan Aman UntukmuDicurah Kasihnya PadamuKaulah Ikhwan Yang Dirindu