Waktu Itu Dipagi HariDisebuah Stasiun Kereta ApiTerlihat Banyak PenumpangBerdiri Menanti..Mengantuk, Lelah Bercampur ResahTertampak Suntuk Raut WajahnyaMungkinkah Mereka Bisa TibaTidak Terlambat KerjaHarum Dan Rapih PenampilannyaNekad Berjubel Dengan Sesak PenumpangBisakah Mereka Naik NantiItupun Tak Pasti..hiyeach..!Reff :Kereta Api Yang Dinanti-NantiPenuh Pastilah Yaw!Tak Ubahnya Sekranjang Ikan-Ikan TeriKondisi Penumpang Kereta DisiniWalaupun Penumpang Tak Ingat Keluh HatiTetap Tegar BerdiriTapi Inilah Sosok Pt Kereta ApiYang Mau Untung SendiriDan Inilah Sosok Sebuah NegeriYang Tak Kenal Hati NuraniDan Penumpang Tetap PulaDi Gerogoti..di Gerogoti..(Emangnya Rayap)Tak Kenal Tua Muda Dorong-DoronganNaik Diatap Bergelantungan BerdesakanDan Itulah Penumpang KeretaYang Berani Tapi PasrahJatuh Kesetrum KecopetanDan Pelecahan Sex Yang Ada DikeretaTapi Hanyalah DikeretaKelas Ekonomi Saja..Reff :Kereta Api Yang Dinanti-NantiPenuh Pastilah Yaw!Tak Ubahnya Sekranjang Ikan-Ikan TeriKondisi Penumpang Kereta DisiniWalaupun Penumpang Tak Ingat Keluh HatiTetap Tegar BerdiriTapi Inilah Sosok Pt Kereta ApiYang Mau Untung SendiriDan Inilah Sosok Sebuah NegeriYang Tak Kenal Hati NuraniDan Penumpang Tetap PulaDi Gerogoti..Kereta Api Yang Dinanti-NantiPenuh Pastilah Yaw!Tak Ubahnya Sekranjang Ikan-Ikan TeriKondisi Penumpang Kereta DisiniWalaupun Penumpang Tak Ingat Keluh HatiTetap Tegar BerdiriTapi Inilah Sosok Pt Kereta ApiYang Mau Untung SendiriDan Inilah Sosok Sebuah NegeriYang Tak Kenal Hati NuraniDan Penumpang Tetap PulaDi Gerogoti..di Gerogoti..