Sungguh Tak Terasa..Sudah Tujuh Tahun..Rotasi Waktu Hidupku..Binar Mata Yang Membiru..Hari–Hari Yang Lesu..Aku Menunggu Kamu..(Chorus)Selalu Aku Lihat Belakang PunggungmuDisaat Kau Lihat BelakangPunggung Pria Lain..Menunggu Kau MenolehDan Berlari KearahkuDan Memelukku.. Seerat–Eratnya..Sudah Aku Coba..Untuk Menghapusmu..Naifku Hanya Jelaga..Dirindu Pada Siapa..Kumasih Merasakannya..Kamu Masih Penyebabnya..(Chorus)Selalu Aku Lihat Belakang PunggungmuDisaat Kau Lihat BelakangPunggung Pria Lain..Menunggu Kau MenolehDan Berlari KearahkuDan Memelukku.. Seerat–Eratnya..Selalu Aku Lihat Belakang PunggungmuDisaat Kau Lihat BelakangPunggung Pria Lain..Menunggu Kau MenolehDan Berlari KearahkuDan Memelukku.. Seerat–Eratnya..(Chorus)Mencoba Berdamai Dengan DirikuTapi Kau Slalu Tahu Itu..Bagaimana Mungkin..Ketika Kau Masih JadiSatu–Satunya Alasanku Menunggu..Di Lini Waktuku..Sungguh Tak Terasa..Sudah Tujuh Tahun..Habiskan Masa Mudaku..Hanya Untuk Membuatmu..Terkesan Kepadaku..Begitu Bodohnya Aku..Sungguh Tak Terasa..Sudah Tujuh Tahun..Rotasi Waktu Hidupku..Binar Mata Yang Membiru..Hari–Hari Yang Lesu..Aku Menunggu Kamu..(Chorus)Selalu Aku Lihat Belakang PunggungmuDisaat Kau Lihat BelakangPunggung Pria Lain..Menunggu Kau MenolehDan Berlari KearahkuDan Memelukku.. Seerat–Eratnya..Sudah Aku Coba..Untuk Menghapusmu..Naifku Hanya Jelaga..Dirindu Pada Siapa..Kumasih Merasakannya..Kamu Masih Penyebabnya..(Chorus)Selalu Aku Lihat Belakang PunggungmuDisaat Kau Lihat BelakangPunggung Pria Lain..Menunggu Kau MenolehDan Berlari KearahkuDan Memelukku.. Seerat–Eratnya..Selalu Aku Lihat Belakang PunggungmuDisaat Kau Lihat BelakangPunggung Pria Lain..Menunggu Kau MenolehDan Berlari KearahkuDan Memelukku.. Seerat–Eratnya..(Chorus)Mencoba Berdamai Dengan DirikuTapi Kau Slalu Tahu Itu..Bagaimana Mungkin..Ketika Kau Masih JadiSatu–Satunya Alasanku Menunggu..Di Lini Waktuku..Sungguh Tak Terasa..Sudah Tujuh Tahun..Habiskan Masa Mudaku..Hanya Untuk Membuatmu..Terkesan Kepadaku..Begitu Bodohnya Aku..