Tersimpan Di Sudut Sunyi Yang KelamLembaran Suci Yang Tak Lagi DigenggamAyat-Ayatnya Seperti BerbisikMemanggil Jiwa Yang Mulai TerusikSetiap Hurufnya Membawa PesanNamun Kini Sunyi Tanpa BalasanRindu Dibaca Dengan Hati TerbukaBukan Sekadar Suara Tanpa MaknaRintihan Ini Adalah PanggilanDari Kalam Yang Kita LupakanDibuai Dunia, Kita TerlenaHingga LupaCahaya-Nya Yang MuliaDi Malam Yang Hening Ia MenangisMenyaksikan Umat-Nya Kian TerkikisLupa Pada Janji Yang Pernah DiucapMeninggalkan PedomanYang Suci Dan MantapIa Tak Pernah Lelah MenantiHati Yang Kembali Dengan NuraniNamun Suara Rintihnya Semakin PudarDitenggelamkan Waktu Yang Kian HambarRintihan Ini Adalah PanggilanDari Kalam Yang Kita LupakanDibuai Dunia, Kita TerlenaHingga Lupa Cahaya-Nya Yang MuliaJika Kau Dengar,Dengarlah LirihnyaMengalirkan Kasih Dari Rabb-NyaSetiap Ayat Adalah PenawarUntuk Hati Yang Rindu Dan GusarRintihan Ini Adalah PanggilanDari Kalam Yang Kita LupakanDibuai Dunia, Kita TerlenaHingga Lupa Cahaya-Nya Yang MuliaMari Kembali Membuka Kitab CintaMembaca Setiap Makna Yang DijagaJangan Biarkan Rintihan BerlanjutAl-Qur’an MenantiHati Yang Bangkit