Duhai Puspita, Dambaan Dalam Hatiku
(Dalam Hatiku Dalam Hatimu, Terserah Ye)
(Masa Bodo Amat)
Akhirnya Kau Datang Juga Di Sisiku
(Emang Bener Di Sisinya)
(Sisi Udah Pindah)
Slalu Terbayang Wajahmu Yang Rupawan
(Rupawan.. Cewek Rupawan..)
(Mustinya Kan Rupawati, Ye)
Bagai Lembutnya Sinar Sang Rembulan
(Eh, Rembulan Lembut.. Ahahaha..)
(Lembut, Rempeyek Lembut)
Mungkinkah Esok Kita Bersanding..
Di Dalam.. Bahtera Cinta..
Lembut Kulitmu
Tipis Bibirmu
Bulu Matamu
Ku Jatuh Cinta
Mengapa Kini Kau Sering Tinggal Diriku
(Loh Siapa Yang Meninggal..)
(Tau.. Neneknya Kali)
Membuat Resah Hatiku Di Penantian
(Menanti.. Kayak Bis Kota Aja Ye..)
(Lah, Cengeng Amat..)
Mungkinkah Ini Suratan Takdir Yang Kuasa
(Mungkin Ini Yang Sudah Menjadi
Suratan Takdir Yang Kuasa, Ya)
(Bisa Jadi..)
Bukan Kau Yang Harus Menjadi Milikku
(Dia Memang Pantas Menjadi Milikku,
Gak Pantas Menjadi Miliknya Kasino Sama Indro)