Ini Zaman Fitnah Era Kegilaan
Norma Dipinggirkan
Demi Kekuasaan Pasti Rakyat Korban
Tolong Tuan Lepaskan Cakar Ambisimu
Ingatlah Sejarah
Hancur Bangsa Karena Ketamakan
Reff :
Untuk Apa.. Untuk Apa Dipaksakan..
Bukannya.. Jadi Gembala Malah
Nanti Tuan Jadi Serigala..
Haus Darah Kami..
Ini Pengulangan Takut Kemiskinan
Uang Di Tuhankan
Segala Cara Pasti Dijalankan
Tolong Tuan Lepaskan Cakar Ambisimu
Ingatlah Sejarah
Hancur Bangsa Karena Ketamakan
Reff :
Untuk Apa.. Untuk Apa Dipaksakan..
Bukannya.. Jadi Gembala Malah
Nanti Tuan Jadi Serigala..
Haus Darah Kami..
#)
Puaskah Tuan-Tuan
Belaga Jadi Kompeni Tinggi
Adu Sana, Adu Sini
Dalam Kebingungan Ambil Keuntungan..
Sesuai Janji Tuan Rebut Kembali
Persetan Dengan Dosa Dan Malu
Malah Makin Seru Akan Hilang Kepala
Orang-Orang Sepertiku..
(Puisi 1)
"Aku Tidak Lupa
Saat Sejarah Bangsaku
Mempermalukan Dirinya Sendiri
Aku Tidak Lupa
Saat Kalian Dengan Mudah
Mencabuti Nyawa Seperti
Kambing-Kambing Rakus
Di Padang Rumput
Aku Tidak Lupa
Dan Demi Jantungku
Yang Nyaris Berhenti
Malah Dengan Mudahnya Kalian Lupa.."
Ini Pengulangan Takut Kemiskinan
Uang Di Tuhankan
Segala Cara Pasti Dijalankan..
Reff :
Untuk Apa.. Untuk Apa Dipaksakan..
Bukannya.. Jadi Gembala Malah
Nanti Tuan Jadi Serigala..
Haus Darah Kami..
#)
Puaskah Tuan-Tuan
Belaga Jadi Kompeni Tinggi
Adu Sana, Adu Sini
Dalam Kebingungan Ambil Keuntungan..
Sesuai Janji Tuan Rebut Kembali
Persetan Dengan Dosa Dan Malu
Malah Makin Seru Akan Hilang Kepala
Orang-Orang Sepertiku..
Puaskah Tuan
Belaga Jadi Kompeni Tinggi
Adu Sana, Adu Sini
Dalam Kebingungan Ambil Keuntungan
Sesuai Janji Tuan Rebut Kembali
Persetan Dengan Dosa Dan Malu
Malah Makin Seru Akan Hilang Kepala
Orang-Orang Sepertiku..
(Puisi 2)
"Ingin Kalian Bawa Ke Mana
Karakter Bangsa Ini?
Kembali Ke Dalam Kegelapan Tirani
(Dan Korupsi, Kolusi, Nepotisme)
(Terbungkus Di Dalam Hidup Demi Indonesia)
Tangan Besi, Kerakusan {Tai}
(Kebodohan Yang Nyata)
{Semua Hal Diputar Balik}
{Semua Hal Menjadi Abu-Abu}"