Tak Henti Kau Kejar Aku
Manfaatkan Kekayaan Bahasamu
Berharap.. Efek Tertentu
Lewat Majas Kau Lancarkan Jurusmu
Yang Pertama Personifikasi
Kau Bandingankanku Dengan Benda Mati
Bulan Bersembunyi Melihat
Cantikku.. Katamu..
Lalu Ada Metafora
Kau Ungkapkan Aku Bunga Desa..
Lewat Asosiasi Katamu
Kita Bagai Langit Dan Bumi..
Tak Lupa Kau Hiperbola
Bilang Suara Ku Penuhi Dunia
Kau Pikir Caramu Berhasil
Masih Belum..
Sialnya.. Dirimu Tak Menyerah..
Kau Pakai Yang Lebih Susah
Katanya Kau.. Tak Mau Pasrah
Menghafal Majas Sampai
Berdarah.. Tanpa Lelah
Sekarang Alegori
Perasaan Ku Kau Jadikan Juri
Sampai Nanti Kau Bisa
Memenangkan Hati Ini..
Kemudian Pleonasme
Progresmu Selangkah Maju Kedepan
Apakah Caramu Berhasil
Aku Tak Tahu..
Di Metonimia Kau Bilang
Ku Memabukkan Kau Butuh Antimo
Lewat Eufimisme
Kau Rela Jadi Pramuwismaku
Terakhir Majas Litotes
Semua Usahamu Seadanya
Sepertinya Caramu Berhasil
Aku Mau..
Ku Mau..
Semua Berkat Majasmu..
Ku Mau..
Tak Henti Kau Kejar Aku
Manfaatkan Kekayaan Bahasamu
Berharap.. Efek Tertentu
Lewat Majas Kau Lancarkan Jurusmu
Yang Pertama Personifikasi
Kau Bandingankanku Dengan Benda Mati
Bulan Bersembunyi Melihat
Cantikku.. Katamu..
Lalu Ada Metafora
Kau Ungkapkan Aku Bunga Desa..
Lewat Asosiasi Katamu
Kita Bagai Langit Dan Bumi..
Tak Lupa Kau Hiperbola
Bilang Suara Ku Penuhi Dunia
Kau Pikir Caramu Berhasil
Masih Belum..
Sialnya.. Dirimu Tak Menyerah..
Kau Pakai Yang Lebih Susah
Katanya Kau.. Tak Mau Pasrah
Menghafal Majas Sampai
Berdarah.. Tanpa Lelah
Sekarang Alegori
Perasaan Ku Kau Jadikan Juri
Sampai Nanti Kau Bisa
Memenangkan Hati Ini..
Kemudian Pleonasme
Progresmu Selangkah Maju Kedepan
Apakah Caramu Berhasil
Aku Tak Tahu..
Di Metonimia Kau Bilang
Ku Memabukkan Kau Butuh Antimo
Lewat Eufimisme
Kau Rela Jadi Pramuwismaku
Terakhir Majas Litotes
Semua Usahamu Seadanya
Sepertinya Caramu Berhasil
Aku Mau..
Ku Mau..
Semua Berkat Majasmu..
Ku Mau..