Aku Dipinggirkan Ditenggelami
Suara Dunia Yang Menyakiti
Tetap Ku Nyanyikan Di Pentas
Sayu
Walaupun Yang Hadir
Hanyalah Kamu
Rap :
(Loop)
Saat Bermula, Saat Itu Juga Diuji,
Waktu Berlumba, Dahagakan Rasa Dipuji,
Saat Tu Juga, Kan Rasa Diri Paling Suci,
Semuanya Indah Damai Bagaikan Di Gunung Fuji,
Satu Persatu Fasa-Fasa Dugaan Ditampil,
Ku Ambil, Jadikan Mata Pensil Yang Berhasil,
Hasilnya, Bukannya Nikmat Yang Bulan Ini,
Bekukan Yang Diberi Untuk Seratus Abad Lagi,
Yang Indah Dikhabar,
Yang Perit Disorok,
Yang Cantik Diwar-Diwar,
Dijerit Yang Buruk,
Yang Laku Dilamar,
Yang Sakit Dijerut,
Yang Benar Disamar,
Yang Palsu Diikut,
Ku Turutkan Segala Yang Sudah Disusun Atur,
Ku Akur, Kerna Sudah Yakin Bersua Alur,
Dan Bila Sampai Waktu Makin Jauh Ditenggelami,
Bererti, Luangkan Masa Diri Tuk Mengerti.
Aku Dipinggirkan Ditenggelami
Suara Dunia Yang Menyakiti
Tetap Ku Nyanyikan Di Pentas
Sayu
Walaupun Yang Hadir
Hanyalah Kamu
Rap :
(Loop)
Bila Mana Hanya Berteman Dengan Hati
Permainan Jiwa Kerap Gundahkan Fikiran Pasti
Emosi Yang Terumbang Ambing Dilontar Lagi
Walau Kandangnya Tenang Menemani Hening Pagi
Berlawan Atau Ikut Haluan Didalam Laluan
Cuba Adunkan Ramuan Yang Dari Lamunan
Biarkan Gagal Datangnya Berkerumunan
Tujuan Yang Lulus Pasti Munculkan Tumpuan
Tumpukan Satu Fokus Asingkan Yang Berdasing
Bijaklah Dengan Rakus Untuk Ke Menara Gading
Biar Bertungkus Lumus Uji Daya Bersaing
Hidup Didalam Kubus Bunyiku Untuk Bersaing
Meditasi Yang Menjadi Bila Mana Menyendiri
Adaptasi Dari Mereka Dijadikan Ujikaji
Ibarat Keluar Masuk Pintu Aku Kerap Kali
Bahkan Tidak Berganjak Bagaikan Minta Di Saji
Aku Dipinggirkan Ditenggelami
Suara Dunia Yang Menyakiti
Tetap Ku Nyanyikan Di Pentas
Sayu
Walaupun Yang Hadir
Hanyalah Kamu
Kini Kan Ku Pastikan
Air Mata Ku Bahagia
Saat Di Pengakhiran Tiada
Lagi Akasia
Rahsia Yang Ku Pendam
Kini Telah Bersuara
Jadikan Monografi Acuan Juara
Aku Dipinggirkan Ditenggelami
Suara Dunia Yang Menyakiti
Tetap Ku Nyanyikan Di Pentas
Sayu
Walaupun Yang Hadir
Hanyalah Kamu
Aku Dipinggirkan Ditenggelami
Suara Dunia Yang Menyakiti
Tetap Ku Nyanyikan Di Pentas
Sayu
Walaupun Yang Hadir
Hanyalah Kamu