Ku Berteduh Dari Hujan
Ku Parkirkan Kendaraan
Kutunggu Semangkuk Kehangatan
Pesananku Telah Datang
Kuracik Yang Di Hadapan
Termasuk Senyum Dari Ingatan..
Tentangmu Yang Belum Hilang
Menggangguku Dalam Diam
Di Tempat Semuanya Terngiang
Berteman Belasan Batang
Dan Kopi Dalam Genggaman
Hingga Bulan Pun Temani Malam
Sendiri.. Nikmati..
Semangkuk Bundar Tuk Kita Kala Itu..
Chorus
Yang Kuahnya Asin
Tapi Tak Seasin Air Mata..
Yang Kecapnya Manis
Tapi Tak Semanis Senyumanmu..
Yang Sambalnya Pedas
Tapi Tak Sepedas Mulut Ibumu..
Kuingat Kau Dalam Diam
Bentak Galak Dalam Sayang
Usapan Lembutmu Dalam Bayang
Tenang Aku Hanya Ingat
Sekedar Rindu Sejenak
Bukan Kamu Peran Utamanya..
Sendiri.. Nikmati..
Semangkuk Bundar Tuk Kita Kala Itu..
Chorus
Yang Kuahnya Asin
Tapi Tak Seasin Air Mata..
Yang Kecapnya Manis
Tapi Tak Semanis Senyumanmu..
Yang Sambalnya Pedas
Tapi Tak Sepedas Mulut Ibumu..
Sendiri.. Nikmati..
Semangkuk Bundar Tuk Kita Kala Itu..
Chorus
Yang Kuahnya Asin
Tapi Tak Seasin Air Mata..
Yang Kecapnya Manis
Tapi Tak Semanis Senyumanmu..
Yang Sambalnya Pedas
Tapi Tak Sepedas Mulut Ibumu..
(Yang Sambalnya Pedas)
Tapi Tak Sepedas Mulut Ibumu..
(Yang Sambalnya Pedas)
Tapi Tak Sepedas Mulut Ibumu..
Ibumu.. Ibumu.. Mulut Ibumu..
Ibumu.. Ibumu.. Hmmm..
Yang Sambalnya Pedas
Tapi Tak Sepedas Mulut Ibumu..