Reff :
Kau Rumahku, Aku Tanggamu
Sampai Tubuh Membiru
Lalu Jadi Debu
Kau Rumahku, Aku Tanggamu
Sampai Di Titik Terendah
Kau Masih Di Sampingku
Malam-Malam Ku Tatap Langit
Ada Kopi Dan Sebatang Rokok
Kucoba Mengirit
Ada Banyak Hal Yang Ku Fikirkan
Apa Besok Masih Bisa Kita Makan?
Masih Bisakah Ngutang Kewarung?
Ucap Lisan..
Ternyata Tak Seindah
Waktu Bujang Kudambakan
Hidup Bersama Di Bayang-Bayangi
Perpisahan
Apalagi Jika Tak Ada Penghasilan
Gaji Bulanan
Namun Ku Putuskan
Akan Tetap Kulanjutkan
Untung Ada Kamu
Walau Kadang Pusingkanku..
Reff :
Kau Rumahku, Aku Tanggamu
Sampai Tubuh Membiru
Lalu Jadi Debu
Oo Oo (Oo Oo)
Oo Oo (Oo Oo)
Oo Oo (Oo Oo)
Oo Oo (Oo Oo)
Susah Memejamkan Mata
Semua Tak Sesuai Realita
Hancur-Hancuran Mempertahankan
Lalu Tertekan Kadang Mempertanyakan
Dimanakah Engkau Tuhan?
Rasanya Ini Tak Adil
Tuhan Ucap Lisan..
Ternyata Semua Salah
Tuhan Tak Pernah Tidur
Halalkan Segala Macam Cara
Agar Kita Terbentur..
Kini Ku Yakin Bukan Lagi Doa
Yang Kurang Manjur
Apa Mungkin Kalau Kita Sering
Lupa Bersyukur
Untung Ada Kamu
Tampar Aku Agar Ku Bangun..
Reff :
Kau Rumahku, Aku Tanggamu
Sampai Di Titik Terendah
Kau Masih Di Sampingku
Sudah Di Tanda Tangani
Juga Sudah Di Sumpah Mati
Di Depan Para Saksi-Saksi
Janji Sehidup Semati
Janji Sehidup Semati
(*)
Rumah Dan Tangga
Harus Saling Menjaga
Walau Godaan Menerpa
Hadapi Bersama-Sama
Rumah Dan Tangga
Harus Saling Percaya
Tak Ada Pelajaran Jadi Orang Tua
Tak Ada Pelajaran
Jadi Manusia Sempurna
Tak Ada Pelajaran Jadi Orang Tua
Tak Ada Pelajaran
Jadi Manusia Sempurna
Yang Ada Pelajaran Jadi Orang Tua
Kau Rumahku, Aku Tanggamu