Di Atas Meja Rindu Itu Hilang
Dalam Kata Kata..
Sebentar Lagi Kita Saling Lupa..
Kita Menjelma Pagi Dingin
Yang Dipayungi Kabut
Tak Bisa Lagi Bercerita Apa Adanya
(Chorus)
Mengapa Takut.. Pada Lara..
Sementara Semua Rasa Bisa Kita Cipta
Akan Selalu Ada Tenang
Di Sela Sela Gelisah
Yang Menunggu Reda..
Di Dalam Kamar Rindu Itu Menguap
Dalam Kebisuan..
Sebentar Lagi Kita Semakin Lupa..
Kita Menjelma Kebisuan
Yang Tak Bisa Diungkap
Tak Bisa Lagi Bercerita Apa Adanya
(Chorus)
Mengapa Takut.. Pada Lara..
Sementara Semua Rasa Bisa Kita Cipta
Akan Selalu Ada Tenang
Di Sela Sela Gelisah
Yang Menunggu Reda..
Di Tiap Langkah Rindu Kita Menghilang
Penuh Keraguan..
Lalu Kita Pun Sungguh Semakin Lupa
Oo Ooooh..
Kita Menjelma Kebisuan
Yang Tak Kunjung Terungkap
Tak Bisa Lagi Bercerita Apa Adanya
(Chorus)
Mengapa Takut.. Pada Lara..
Sementara Semua Rasa Bisa Kita Cipta
Akan Selalu Ada Tenang
Di Sela Sela Gelisah
Yang Menunggu Reda
Di Atas Meja Rindu Itu Hilang
Dalam Kata Kata..
Sebentar Lagi Kita Saling Lupa..
Kita Menjelma Pagi Dingin
Yang Dipayungi Kabut
Tak Bisa Lagi Bercerita Apa Adanya
(Chorus)
Mengapa Takut.. Pada Lara..
Sementara Semua Rasa Bisa Kita Cipta
Akan Selalu Ada Tenang
Di Sela Sela Gelisah
Yang Menunggu Reda..
Di Dalam Kamar Rindu Itu Menguap
Dalam Kebisuan..
Sebentar Lagi Kita Semakin Lupa..
Kita Menjelma Kebisuan
Yang Tak Bisa Diungkap
Tak Bisa Lagi Bercerita Apa Adanya
(Chorus)
Mengapa Takut.. Pada Lara..
Sementara Semua Rasa Bisa Kita Cipta
Akan Selalu Ada Tenang
Di Sela Sela Gelisah
Yang Menunggu Reda..
Di Tiap Langkah Rindu Kita Menghilang
Penuh Keraguan..
Lalu Kita Pun Sungguh Semakin Lupa
Oo Ooooh..
Kita Menjelma Kebisuan
Yang Tak Kunjung Terungkap
Tak Bisa Lagi Bercerita Apa Adanya
(Chorus)
Mengapa Takut.. Pada Lara..
Sementara Semua Rasa Bisa Kita Cipta
Akan Selalu Ada Tenang
Di Sela Sela Gelisah
Yang Menunggu Reda