(Loop)
Berdiri Tepi Pagi
Mengira Langkah Hilang
Kota Berdegup Laju
Tapi Nadaku Yang Usang
Memaksa Hidup Bunga Bunga
Yang Tak Mahu Berkembang
Menunggu Keindahan Yang
Tak Akan Pernah Datang
Kutulis Nama Kecil Bukannya Simpanan
Melipat Jadi Kertas Lupus Dari Ingatan
Di Celah Jari Aku Merasa Pengakhiran
Namun Pintu Diketuk Memberikan Amaran
(Loop)
Tertulisnya Nasihat
Hujan Jelas Ditingkap
Ritmanya Sayu Halus
Namun Maksud Menangkap
Tiap Titis Berbunyi
Memanggilku Tuk Pulang
Pulang Bukan Kerumah
Tapi Ke Gelapnya Ruang
(Loop)
Cahaya Bilik Terus Meruntun Nadaku
Bisingnya Dikepala Lidah Jadi Bisu
Lubang Penuh Di Dindingamarah Diriku
Biar Dunia Bernyawa
Terus Tanpa Aku
Langkah Demi Langkah
Walau Jalan Penuh Luka
Aku Tempuh Semua
Jiwa Terbakar Menyala
Jerit Hatiku Tak Semua
Orang Mendengar
Aku Bukan Sempurna
Jatuh Bangun Itu Biasa
(Loop)
Hidup Di Kota Konkrit,
Kerasnya Melemaskan
Langkah Yang Dipaksa
Berlari Ke Arah Dugaan
Dalam Kepala Ku Bermimpi
Mimpi Bersusun Rapi
Tapi Realiti Mengetuk Setiap Mimpi
Aku Terjaga,
Dari Tidur Yang Penuh Rasa
Rasa Dan Kata,
Menghentam Serasa Pendosa,
Dan Aku Goyang,
Dengan Lemahnya Visi Ini
Seperti Berjalan,
Dalam Gelap Seorang Diri
(Loop)
Namun Semua Itu Mereka Tidak Sedar
Kerja Keras Ku Siang Malam
Yang Tidak Kan Pudar
Mereka Tak Faham,
Tpi Kononnya Nak Ambik Tahu,
Dia Menghampiri,
Bertanyakan Kenapa Padaku,
Dia Berkata Jangan Mengalah
Namun Aku Kaku,
Ku Rasa Lemah, Rasa Bodoh
Dan Terasa Kosong,
Sepinya Diri Dan Hati Ku
Yang Terasa Lopong,
Silap Hari Bulan Jasadku
Terdampar Di Lorong.
(Loop)
Rasaku Nak Berhenti,
Rasa Give Up Dan Mati,
Rasa Rebah Tersungkur
Jatuh Bak Lemahnya Kaki,
Tapi Hati Menjerit,
Walaupun Rasa Perit
Lawan Kawan Jangan Lemah
Ku Tau Ia Sakit
Banyak Kali Ingin Bersayap,
Inginku Terbang Bebas,
Bebasnya Hidupku Dari
Penuhnya Tanggungjawab
Namun Aku Tersedar,
Bangunku Dari Mimpi, Dipaksa Hidup,
Dalam Dunia Yang Penuh Keji.
Langkah Demi Langkah
Walau Jalan Penuh Luka
Aku Tempuh Semua
Jiwa Terbakar Menyala
Jerit Hatiku Tak Semua
Orang Mendengar
Aku Bukan Sempurna
Jatuh Bangun Itu Biasa