Tenang Hati Dan Jiwaku
Saat Terkenangkan Mu,
Gelora Lautan Hitam Pun
Bercahya Kerna Mu,
Aku Tenggelam Ke Dasar
Ditimbulkan Oleh Mu,
Bawa Hati Jiwaku
Ini Menuju Ke Sana,
Meniti Aliran Bara
Dan Dipimpin Cahaya,
Kasih Dari Kekasihmu
Kan Bawaku Ke Sana.
Antan Patah Lesung Hilang
Pun Masih Ku Berdiri
Teguh Kerna Mu,
Teguh Oh Kerna Mu,
Antan Patah Lesung Hilang
Pun Masih Ku Berdiri
Teguh Kerna Mu,
Teguh Oh Kerna Mu,
Lekak-Lekuk, Kusut-Murut,
Yang Hanya Singgah Tuk Sementara
Tanda Kasihnya.
Lekak-Lekuk, Kusut-Murut,
Yang Hanya Singgah Tuk Sementara
Tanda Kasihnya.
Lekak-Lekuk, Kusut-Murut,
Yang Hanya Singgah Tuk Sementara
Tanda Kasihnya.
Takkan Hanyutnya Aku,
Dibawa Arus Ke Lembah Penuh Bernafsi,
Yang Ku Hindari, Aku Adalah Aku,
Yang Rasa Cintaku Dikhianati,
Oleh Duniawi.
(Loop)
Aku Yang Cemas,
Yang Lemas,
Yang Kadang Hilang Arah,
Yang Cuba Cari Sinar
Hingga Iman Ku Berdarah,
Yang Fana..tik Dunia,
Lupa Nikmat Dikurnia,
Hilang Yang Rasa Malu
Walau Nafsu Yang Meliar,
Yang Asal Yang Awal Hingga
Yang Paling Akhir,
Yang Nikmat Pada Zahir
Hingga Lupa Pada Takdir,
Yang Khawatir Dibibir Yang
Tak Berzikir Dan Witir,
Yang Gusar Kan Disingkir
Kerna Akal Tak Berfikir,
Huh,
Engkau Yang Wujud,
Yang Qidam,
Yang Ada Terdahulu,
Yang Baqa Wahdaniah,
Yang Esa Yang Maha Satu,
Yang Sama’ Yang Basar,
Aku Gusar Tersasar,
Mohon Jauhkan Aku Dari
Terdampar Di Dasar,
Lembah Kegelapan Jauhnya Dari Cahya,
Kuatkan Rohani Ku Dari Alpa Alam Maya,
Lorongkan Aku Tuk Menapak Ke Arah Lurus,
Walau Diri Yang Hina
Tetap Diterima Ya Quddus.